Dharmasraya, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya menggandeng BPBPK Sumbar untuk memastikan kebutuhan air tetap terpenuhi, terutama selama Ramadan.
Langkah ini diambil setelah hampir satu bulan hujan tidak turun dengan intensitas memadai. Sejumlah sumur warga dilaporkan mulai mengering.
Pemkab Dharmasraya menyalurkan 16 tangki air bersih per hari, masing-masing berkapasitas 4.000 liter. Total distribusi mencapai 64.000 liter per hari.
Penyaluran berlangsung selama dua hari, Sabtu–Minggu (21–22 Februari 2026). Distribusi difokuskan ke wilayah yang paling terdampak kekeringan.
Sekretaris Dinas PUPR Dharmasraya, Rahmatsyah Rangkuti, mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil koordinasi intensif Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, dengan BPBPK Sumbar.
“Bantuan ini kami percepat agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, apalagi saat Ramadan,” ujar Rahmatsyah.
Dua Truk Tangki Beroperasi Penuh
Distribusi air menggunakan dua truk tangki. Masing-masing truk melakukan delapan kali pengiriman setiap hari.
Pemerintah daerah juga menyiapkan langkah lanjutan jika hujan belum turun dalam waktu dekat. Salah satunya dengan mengusulkan pembangunan unit penampungan dan sistem penyaluran air portabel di titik strategis.
“Jika kondisi berlanjut, kami akan usulkan pembangunan penampungan dan jaringan air portabel agar akses warga lebih mudah,” kata Rahmatsyah.
Empat Jorong Jadi Prioritas
Bantuan air bersih difokuskan di empat jorong, yakni Jorong Pulau Punjung, Jorong Tanjung Limau, Jorong Padang Duri, dan Jorong Ranah Pulau Punjung. Wilayah tersebut mengalami penurunan debit air sumur secara signifikan.
Proses distribusi diawasi langsung oleh Wali Nagari IV Koto Pulau Punjung, David Iskan, bersama Camat Pulau Punjung, Erik Harja. Pengawasan dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Menurut David, sebagian warga sebelumnya terpaksa membeli air atau mengambilnya dari sumber yang cukup jauh dari rumah. Kondisi ini meningkatkan beban pengeluaran rumah tangga.
Kebutuhan Dasar dan Ibadah Ramadan
Air bersih yang disalurkan dimanfaatkan untuk memasak, minum, mandi, mencuci, hingga kebutuhan ibadah. Ramadan membuat kebutuhan air rumah tangga meningkat.
David mengapresiasi respons cepat Pemkab Dharmasraya dan Pemprov Sumbar. Ia menilai bantuan ini sangat membantu warga di tengah kemarau.
“Kami berharap hujan segera turun agar sumber air kembali normal dan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa,” ujarnya. (*/red)






