Pasbar, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pasaman Barat bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Pasaman Barat menggelar pengobatan gratis di Batas Semut (Bateh Samuik), Jorong Tombang, Nagari Sinuruik, Kamis (8/1).
Kegiatan ini menyasar warga terdampak bencana banjir dan longsor yang selama ini memiliki keterbatasan akses layanan kesehatan. Program tersebut menjadi bagian dari peringatan Hari Jadi Pasaman Barat ke-22, Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61, serta HUT IDI ke-75.
Pemkab Pasbar memanfaatkan momentum ini untuk menghadirkan layanan kesehatan langsung ke nagari. Pelayanan pengobatan gratis diberikan oleh dokter spesialis, dokter gigi, dan dokter umum. Selain layanan medis, Pemkab Pasbar juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat setempat.
33 Dokter Terlibat, Layani 80 Pasien
Asisten I Setia Bakti mengatakan, antusiasme masyarakat Nagari Sinuruik terhadap layanan kesehatan tersebut cukup tinggi. Sebanyak 80 warga tercatat memanfaatkan layanan pengobatan gratis yang disediakan.
“Sebanyak 33 dokter terlibat, terdiri dari 7 dokter gigi, 10 dokter spesialis, dan 16 dokter umum,” ujar Setia Bakti.
Para dokter memberikan pemeriksaan, konsultasi, dan pengobatan langsung di lokasi kegiatan.
Dekatkan Layanan Kesehatan ke Nagari
Menurut Setia Bakti, lokasi kegiatan dipilih karena termasuk wilayah terdampak bencana. Akses layanan kesehatan di daerah tersebut sempat terhambat akibat kondisi geografis dan cuaca.
“Ini merupakan program unggulan Pemkab Pasaman Barat untuk mendekatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Program ini juga menjadi bagian dari upaya pemerataan layanan kesehatan hingga ke daerah terpencil.
Ketua IDI Pasbar, dr. Oktaherminiza, Sp.B, Subsp.Onk(K), menyatakan keterlibatan dokter merupakan bentuk pengabdian profesional. Terutama bagi masyarakat di wilayah yang sempat terisolasi akibat banjir dan longsor.
“Keluhan yang paling banyak kami temui adalah penyakit kulit, pegal-pegal, batuk, dan demam,” katanya.
Ia menilai kegiatan ini penting untuk deteksi dini penyakit sekaligus edukasi kesehatan masyarakat. (*/red)






