Pasbar, Javanusa—Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Yulianto didampingi Sekretaris Daerah Doddy San Ismail dan jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), melakukan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Selasa (27/1). Kunjungan berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Mandailing Natal.
Dalam pertemuan tersebut, Yulianto menyampaikan kunjungan ini bertujuan memperkuat hubungan antarpemerintah daerah yang selama ini telah terjalin, mengingat Pasaman Barat dan Mandailing Natal merupakan daerah yang berbatasan langsung.
“Sebagai daerah yang bertetangga, terdapat sejumlah isu bersama yang perlu dikelola melalui koordinasi dan kerja sama lintas wilayah,” ujar Yulianto.
Ia memaparkan sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian kedua daerah. Salah satunya terkait penegasan tapal batas wilayah.
Meski telah diatur dalam peraturan perundang-undangan, menurut Yulianto, penguatan koordinasi di tingkat pemerintahan terendah tetap diperlukan guna mencegah potensi sengketa di kemudian hari.
Selain itu, Yulianto menekankan pentingnya sinergi dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kenyamanan masyarakat perbatasan, khususnya dalam upaya pencegahan peredaran narkoba serta barang terlarang lainnya.
Isu lingkungan turut menjadi perhatian, terutama terkait aliran sungai yang berhulu di Pasaman Barat dan bermuara di Mandailing Natal.
Yulianto menjelaskan, tersendatnya aliran di muara dapat berdampak pada banjir dan genangan di wilayah hulu, termasuk kawasan permukiman dan persawahan warga Desa Baru yang berbatasan dengan Batu Sondat.
Di sektor ekonomi, Bupati mendorong kerja sama pemanfaatan Pelabuhan Teluk Tapang di Air Bangis, Pasaman Barat, dan Pelabuhan Palimbungan Ketek di Desa Batahan, Mandailing Natal. Kerja sama ini diharapkan dapat menunjang aktivitas ekonomi masyarakat pesisir di kedua daerah.
Terkait sektor kelautan, Yulianto juga menyoroti aktivitas penangkapan ikan oleh nelayan dari luar daerah yang menggunakan alat tangkap tidak sesuai ketentuan. Kondisi tersebut berpotensi memicu konflik antarnelayan, khususnya di wilayah Air Bangis, Batahan, dan Natal.
Pada kesempatan itu, Yulianto turut menyampaikan informasi mengenai penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama antara Pemkab Pasbar dengan PLN UP3 Padang Sidempuan.
Kerja sama tersebut berkaitan dengan penataan data pelanggan listrik, di mana terdapat 319 ID pelanggan warga Pasbar yang saat ini masih tercatat dan ditagih melalui PLN UP3 Padang Sidempuan.
Menutup sambutannya, Yulianto berharap hubungan kerja sama antara Pemkab Pasbar dan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal dapat terus ditingkatkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di kedua daerah.
“Semoga kerja sama ini semakin memperkuat hubungan antardaerah dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (*/red)






