Tanah Datar, Javanusa—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar membuka posko darurat bencana di dua kecamatan terdampak banjir.
Posko tersebut berdiri di Kecamatan Lintau Buo, tepatnya di pelataran Jembatan Timbangan Oto (JTO) Sitangkai Nagari Taluk. Selain itu, posko juga beroperasi di depan Kantor Camat Tanjung Emas. Langkah ini untuk mempercepat penanganan warga terdampak banjir di wilayah tersebut.
Bupati Tanah Datar Eka Putra meninjau langsung lokasi banjir di Nagari Taluk. Ia menyebut hujan deras selama dua hari menyebabkan banjir di empat kecamatan. Wilayah terdampak meliputi Lintau Buo Utara, Lintau Buo, Padang Ganting, dan Tanjung Emas.
“Pemda telah turun langsung ke lapangan memastikan keselamatan warga dan memberikan bantuan mendesak seperti sembako dan lainnya,” kata Bupati pada Kamis (14/5/2026).
Kerusakan Rumah Warga Terdata
Bupati menjelaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, data lapangan menunjukkan sejumlah rumah hanyut dan mengalami kerusakan sedang hingga berat.
Pemerintah daerah terus mendata kerusakan bersama dinas terkait untuk penanganan lanjutan.
Skema Bantuan Hunian untuk Warga
Untuk rumah yang hanyut dan rusak berat, pemerintah menawarkan dua skema bantuan hunian.
“Kami menawarkan dua metode, yaitu hunian tetap (huntap), yaitunya lahan kami siapkan dan rumah kami yang bangun. Kedua metode mandiri, yaitunya lahan dari warga bangunan dari pemerintah,” jelas Bupati.
Skema ini disiapkan agar warga bisa segera mendapatkan tempat tinggal yang layak.
Pembersihan Material Dipercepat
Pemerintah juga mempercepat pembersihan material di rumah warga terdampak banjir.
Tim Damkar dan BPBD sudah melakukan penyemprotan di sejumlah titik. Selain itu, bantuan tambahan akan datang dari TNI AD Batalyon Pandeka Gunung Marapi.
“Pembersihan material tadi saya lihat sudah disemprot oleh tim pemadam dan besok akan dibantu dari Batalyon Pandeka Gunung Marapi satu pleton. Mudah-mudahan sangat membantu untuk membersihkan rumah-rumah yang terkena banjir,” lanjut Bupati. (*/red)






