Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang terus membenahi infrastruktur perkotaan melalui proyek rehabilitasi drainase dan trotoar di kawasan Pasar Raya serta Jalan Samudera.
Penataan ini menyasar pusat aktivitas perdagangan dan kawasan wisata pesisir untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Pekerjaan di kawasan Pasar Raya mencakup sejumlah ruas jalan dengan panjang sekitar 250 hingga 300 meter. Sementara itu, proyek rehabilitasi trotoar di Jalan Samudera membentang sepanjang 3.288 meter, dari kawasan Al Hakim hingga Danau Cimpago.
Rehabilitasi Drainase dan Trotoar di Pasar Raya
Penataan kawasan Pasar Raya menjadi salah satu fokus Pemko Padang untuk memperbaiki kualitas infrastruktur di pusat perdagangan kota. Pekerjaan tersebut mencakup Jalan Sandang Pangan, Jalan Bundo Kanduang, dan kawasan Hiligoo.
Pelaksana teknis, Tegar Muboka, menjelaskan setiap lokasi memiliki bentangan pekerjaan yang berbeda. Namun, panjang rata-rata penataan di kawasan tersebut mencapai sekitar 300 meter.
“Lokasi di kawasan Pasar Raya, termasuk salah satu di Bundo Kandung, Hiligoo, dan Jalan Sandang Pangan.Kalau untuk panjang rata-rata ada 300 meter meter kurang lebih,” kata Tegar.
Proyek rehabilitasi drainase dan trotoar di Pasar Raya memiliki masa kontrak selama 170 hari kalender. Pemko Padang menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada akhir Desember 2026.
Perbaikan ini diharapkan mendukung kenyamanan pejalan kaki sekaligus meningkatkan kualitas fasilitas publik di kawasan perdagangan yang ramai dikunjungi masyarakat.
Trotoar Jalan Samudera Ditata Sepanjang 3.288 Meter
Selain Pasar Raya, Pemko Padang juga melanjutkan rehabilitasi trotoar di sepanjang Jalan Samudera.
Proyek berskala besar ini mencakup jalur pesisir dari kawasan Al Hakim hingga Danau Cimpago dengan total panjang 3.288 meter.
Pelaksana teknis, Dwi Santono, menyampaikan pekerjaan tersebut dimulai setelah penandatanganan kontrak pada 13 Juli 2026. Proyek ini dijadwalkan rampung pada 19 Desember 2026.
“Di lokasi sini panjangnya 3.288 meter, mulai Al Hakim sampai Kawasan Danau Cimpago,” ujar Dwi.
Dari sisi konstruksi, proyek ini menggunakan batu andesit sebagai material trotoar. Pemilihan material tersebut mengikuti pola desain estetis yang mengacu pada tampilan trotoar sebelumnya.
Penataan kawasan juga meliputi pemasangan lampu penerangan jalan jenis artolite. Selain itu, pelaksana proyek menanam kembali pohon pelindung di area tengah trotoar dengan jarak antarpohon sekitar 15 meter.
Tingkatkan Kenyamanan Fasilitas Publik
Rehabilitasi di Pasar Raya dan Jalan Samudera menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memperbaiki fasilitas perkotaan. Kedua kawasan tersebut memiliki fungsi penting, baik sebagai pusat perdagangan maupun jalur wisata pesisir.
Melalui penataan drainase, trotoar, penerangan, dan vegetasi, pemerintah kota berupaya menciptakan ruang publik yang lebih tertata dan nyaman bagi masyarakat. (*)






