Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menyalurkan bantuan darurat kepada sembilan kepala keluarga (KK) yang terdampak kebakaran di Jalan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh.
Kebakaran tersebut menghanguskan sejumlah bangunan dan menimbulkan kerugian yang ditaksir mencapai Rp3 miliar.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, mendatangi lokasi sekaligus menyerahkan bantuan kepada warga pada Selasa (13/10/2026). Sebanyak 41 jiwa dari sembilan KK terdampak musibah yang terjadi sehari sebelumnya.
Maigus menyerahkan bantuan tunai sebesar Rp1,5 juta per KK melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Padang. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu warga memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan.
Pemko Padang Siapkan Bantuan Sosial Darurat
Maigus menyampaikan keprihatinan atas musibah kebakaran yang menimpa warga Limau Manis. Ia memastikan Pemko Padang juga menyiapkan bantuan melalui program Bantuan Sosial Tidak Terencana (BSTT).
“Bantuan yang kita berikan merupakan wujud kehadiran Pemko Padang melalui Program Unggulan (Progul) Padang Sigap dan Padang Melayani. Semoga dapat meringankan beban bapak dan ibu dalam memenuhi kebutuhan selama masa pemulihan,” kata Maigus.
Untuk mempercepat penyaluran bantuan, Maigus meminta jajaran terkait mendata seluruh warga terdampak secara akurat dan terperinci. Ia juga menginstruksikan percepatan pemenuhan dokumen administrasi agar proses pencairan bantuan berjalan lancar.
Dalam kunjungan tersebut, Maigus didampingi Kepala Bagian Kesra Setda Kota Padang, Zul Asfi Lubis, Camat Pauh Yandry, Lurah Limau Manis Barma Heri, serta Ketua Kelompok Siaga Bencana (KSB) Kecamatan Pauh, Sudirman. Sejumlah elemen masyarakat setempat turut hadir.
Kebakaran Hanguskan Ruko dan Rumah Petak
Kebakaran melanda kawasan Jalan Jawa Gadut, RT 04 RW 02, Kelurahan Limau Manis, pada Senin (12/10/2026) sekitar pukul 07.35 WIB.
Api menghanguskan sejumlah rumah toko (ruko), toko, dan rumah petak. Beberapa kendaraan serta gerobak kontainer minuman juga ikut terbakar.
Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian materi yang diperkirakan mencapai Rp3 miliar. Sementara itu, sembilan KK dengan total 41 jiwa menjadi warga terdampak yang membutuhkan dukungan selama proses pemulihan.
Maigus Nasir Imbau Warga Waspadai Korsleting Listrik
Selain menyerahkan bantuan, Maigus mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko kebakaran, terutama akibat korsleting listrik.
Menurutnya, penggunaan terlalu banyak perangkat pada satu stop kontak dapat memicu panas berlebih pada instalasi listrik. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran apabila masyarakat mengabaikan aspek keselamatan.
Maigus juga meminta Dinas Pemadam Kebakaran berkoordinasi dengan aparatur kecamatan dan kelurahan untuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi strategis.
“Kami berharap Dinas Pemadam Kebakaran bersama aparatur pemerintah kecamatan dan kelurahan dapat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di titik-titik strategis. Sehingga masyarakat dapat melakukan penanganan awal sebelum armada pemadam tiba di lokasi,” ujarnya.
Penyediaan APAR di lingkungan permukiman diharapkan membantu warga melakukan penanganan awal ketika kebakaran mulai terjadi. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi keadaan darurat. (*)






