Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang terus memperkuat jejaring kerja sama internasional demi mendorong kemajuan daerah, khususnya di sektor pendidikan, peternakan, dan pertanian.
Upaya ini terlihat dari pertemuan Wali Kota Padang, Fadly Amran dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Phillip Taula, Senin (23/6/2025).
Pertemuan yang berlangsung di Kediaman Resmi Wali Kota Padang tersebut membahas potensi kemitraan strategis.
Wali Kota Padang, Fadly Amran mengatakan Selandia Baru merupakan negara yang sangat maju, khususnya dalam sektor peternakan.
“Kami berharap pertemuan ini menjadi pondasi untuk melahirkan kerjasama yang mendukung Progul Pemko Padang, utamanya di ilmu peternakan,” ujar Fadly.
Ia menjelaskan, Pemko Padang memiliki program beasiswa S1 luar negeri bagi siswa SMA/SMK kurang mampu di Kota Padang. Tujuannya membuka akses pendidikan global dan meningkatkan daya saing generasi muda, termasuk melalui program double degree.
Saat ini Pemko Padang telah menjalin kerja sama dengan Arizona State University di Amerika Serikat dalam skema beasiswa. Ia berharap kolaborasi serupa juga dapat diwujudkan dengan perguruan tinggi yang ada di Selandia Baru.
Sementara itu, Duta Besar Selandia Baru, Phillip Taula mengapresiasi komitmen dan semangat Pemerintah Kota Padang dalam menjajaki kemitraan internasional yang inklusif dan berkelanjutan.
“Kami melihat Padang sebagai kota yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui kerja sama strategis. Kami menyambut baik komitmen Pemko Padang dalam menjalin komunikasi yang intensif dan terbuka. Terutama dalam bidang ilmu peternakan yang merupakan fokus pembahasan kali ini,” ujar Phillip Taula.
Ia menegaskan pihak Kedutaan Besar Selandia Baru siap memfasilitasi proses penjajakan lebih lanjut agar dapat berlanjut menjadi program nyata yang saling menguntungkan.
Fadly Amran berjanji akan melakukan kunjungan balasan ke kedutaan besar Selandia Baru di Jakarta, untuk lebih mendalami pembahasan kerja sama di bidang pendidikan.
“Insya Allah kita akan melakukan kunjungan balasan ke kedutaan di Jakarta. Supaya pembahasan bisa lebih konkret lagi,” tutup Fadly Amran. (*/red)






