Pemko Padang Integrasikan KWT dan Petani Milenial ke Rantai Pasok Program MBG

Penulis -

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dinas Perikanan dan Pangan Padang menggelar Rapat Strategi Keberlanjutan KWT dan Petani Milenial Terdampak Bencana di Gedung Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang Aie Pacah, Jumat (16/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Dinas Perikanan dan Pangan Padang menggelar Rapat Strategi Keberlanjutan KWT dan Petani Milenial Terdampak Bencana di Gedung Bagindo Aziz Chan Balai Kota Padang Aie Pacah, Jumat (16/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mendorong Kelompok Wanita Tani (KWT) dan petani milenial terdampak banjir agar memasok hasil pertanian lokal untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Langkah ini diharapkan membuka akses pasar yang lebih pasti sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Strategi Keberlanjutan KWT dan Petani Milenial Terdampak Bencana.

Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang menggelar pertemuan itu di Gedung Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Aie Pacah, Jumat (16/10/2026).

Forum ini mempertemukan perwakilan 41 KWT terdampak banjir, petani milenial, serta koordinator wilayah dan koordinator kecamatan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Padang.

Sejumlah pakar turut memberikan masukan, yakni Prof. Musliar Kasim, Dr. Afrizal, dan Kepala Bidang Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Dessy.

Pemko Padang Dorong KWT Mandiri dan Produktif

Dessy menjelaskan, Pemko Padang sebelumnya telah menyalurkan bantuan melalui dana Transfer ke Daerah (TKD) kepada 41 KWT yang terdampak banjir. Bantuan tersebut bertujuan memulihkan kegiatan usaha kelompok tani setelah bencana.

Kini, pemerintah daerah ingin mendorong kelompok tersebut mengembangkan usaha secara berkelanjutan. Salah satu strateginya ialah mempertemukan KWT dengan petani milenial dan membangun kemitraan langsung bersama dapur penyedia makanan program MBG.

“Tahun lalu kami sudah menyalurkan bantuan melalui dana TKD kepada 41 KWT yang terdampak banjir di Kota Padang. Sekarang kami ingin mendorong mereka agar bisa berkembang lebih jauh dengan menggandeng petani milenial dan menjalin kerja sama dengan dapur MBG. Harapannya KWT dan petani milenial ini tidak hanya menerima bantuan tetapi juga bisa terus tumbuh berinovasi dan mengembangkan usahanya. Dengan adanya kerja sama dengan dapur MBG hasil pertanian mereka bisa terserap dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan,” ungkap Dessy.

Baca Juga :  Padang Bagoro, Merdeka dari Bahaya Sampah - Perangi TPS Liar di Sekitar Kita

Menurutnya, kemitraan tersebut dapat membantu kelompok tani memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan keberlanjutan usaha. Dengan demikian, bantuan pemerintah tidak berhenti pada pemulihan awal, tetapi menjadi pijakan untuk membangun kemandirian ekonomi.

Pakar Pertanian Nilai Petani Muda Punya Potensi Besar

Prof. Musliar Kasim menilai KWT dan petani milenial memiliki potensi besar untuk memperkuat pasokan pangan lokal. Pendampingan dan pola kemitraan yang tepat dapat membantu mereka mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat terdampak bencana.

“KWT dan petani milenial memiliki potensi besar untuk mengembangkan pertanian lokal. Dengan dukungan dan kerja sama yang tepat potensi ini dapat menjadi sumber penghasilan berkelanjutan bagi masyarakat terdampak bencana,” terangnya.

Sementara itu, Dr. Afrizal menekankan pentingnya kepastian pasar bagi keberlangsungan produksi pertanian. Menurutnya, program MBG dapat membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi KWT dan petani milenial.

“Integrasi pertanian lokal dengan program MBG membuka peluang bagi KWT dan petani milenial untuk memperluas pemasaran hasil produksi. Kerja sama ini diharapkan dapat membantu hasil pertanian lokal terserap dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” pungkasnya.

Program MBG Jadi Peluang Pasar Pertanian Lokal

Integrasi pertanian lokal dengan rantai pasok MBG diharapkan menciptakan hubungan usaha yang saling menguntungkan.

KWT dan petani milenial berpeluang memperoleh pasar bagi hasil panen, sedangkan dapur MBG mendapat akses terhadap pasokan pangan dari produsen lokal.

Bagi masyarakat terdampak banjir, kerja sama ini berpotensi menjadi bagian dari pemulihan ekonomi jangka panjang.

Keberlanjutan program akan bergantung pada kemitraan yang efektif, kemampuan kelompok tani menjaga produksi, serta kesesuaian pasokan dengan kebutuhan dapur MBG. (*)

Berita Terkait

Tim Paski MTsN 3 Padang Raih Juara Utama 2, Amankan Tiket ke Kejurnas FORBASI
HUT ke-81 PMI Padang, 300 Relawan Adu Keterampilan dan Kesiapsiagaan Bencana
Pemprov Sumbar Raih Terbaik II Anugerah Legislasi Daerah 2026
Kualitas Udara Memburuk, CFD Padang Minggu 18 Oktober 2026 Ditiadakan
Kapolda Sumbar Ajak Warga Berantas Judi Online dan Narkoba, Keluarga Diminta Berperan Aktif
Junir Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PWI Pasbar Periode 2026–2029
Satpol PP Padang Amankan 12 Pelajar yang Diduga Hendak Tawuran di Tampat Durian
Kualitas Udara Padang Berbahaya, Ini Imbauan BPBD Padang untuk Lindungi Kesehatan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:20 WIB

484 Mahasiswa Timur Tengah Ikuti Tes CAT Daring Seleksi Petugas Haji Arab Saudi 2027

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhaj Minta Dana Haji Rp184 Triliun Dikelola Lebih Produktif, Ini Alasannya

Senin, 12 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Situasi Timur Tengah Memanas, Kemenhaj Imbau WNI di Arab Saudi Waspada

Minggu, 11 Oktober 2026 - 21:48 WIB

Jadi Narasumber Manasik Haji, Maigus Nasir Ingatkan Jemaah Jaga Akhlak dan Adab

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:07 WIB

BPIH 2027 Disepakati Rp98,46 Juta, Jemaah Haji Cukup Lunasi Rp23,04 Juta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:52 WIB

Lindungi Dana Jemaah Umrah, Kemenhaj dan OJK Kaji Rekening Penampungan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Kemenhaj dan Kemendagri Padankan Data Jemaah Haji, Nomor Antrean Tetap Aman

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:13 WIB

Travel Umrah Diperingatkan Tak Promosikan Haji Khusus Tanpa Izin PIHK

Berita Terbaru