Pemko Padang Matangkan Pembangunan Huntap Pauh, Lokasi Dinilai Minim Risiko Banjir dan Longsor

Penulis -

Sabtu, 10 Januari 2026 - 21:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau lokasi Huntap di kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau lokasi Huntap di kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Sabtu (10/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang mematangkan rencana pembangunan hunian tetap (Huntap) di Kecamatan Pauh sebagai solusi relokasi warga terdampak banjir dari zona rawan bencana.

Langkah ini untuk memastikan lokasi relokasi aman, layak huni, dan tidak memutus aktivitas sosial-ekonomi masyarakat.

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir meninjau langsung lahan seluas 4,6 hektare di kawasan Tanah Sungkai, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh, Sabtu (10/1/2026).

Lokasi tersebut direncanakan menjadi kawasan Huntap bagi sekitar 300 kepala keluarga (KK) yang selama ini bermukim di bantaran sungai dan zona merah banjir di Pauh.

Peninjauan lapangan dilakukan bersama Dandim 0312/Padang, Asisten Pemerintahan, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

OPD yang terlibat antara lain Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pertanahan, serta Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Maigus menegaskan, pemilihan lokasi Huntap tidak bisa secara terburu-buru. Pemerintah menetapkan empat indikator utama, yakni keamanan lokasi, aksesibilitas, kesiapan infrastruktur, serta dampak sosial dan ekonomi bagi warga.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan lokasi ini benar-benar aman dan layak. Tanah Sungkai memiliki hamparan lahan yang baik dan jauh dari aliran sungai,” ujar Maigus Nasir.

Menurut Maigus, faktor keamanan menjadi pertimbangan utama dalam pembangunan Huntap Pauh.
Lokasi Tanah Sungkai memiliki risiko banjir dan longsor yang sangat minim dibanding kawasan bantaran sungai.

Selain itu, kondisi topografi lahan relatif stabil dan memungkinkan pengembangan permukiman jangka panjang.

Hal ini sejalan dengan kebijakan mitigasi bencana yang tengah diperkuat Pemko Padang pascabencana hidrometeorologi.

Aksesibilitas Dekat Jalan Utama

Dari sisi akses, lokasi Huntap Pauh cukup strategis.
Kawasan ini hanya berjarak sekitar satu kilometer dari jalan utama dan terhubung dengan permukiman yang sudah berkembang.

Baca Juga :  PSP Padang Hajar Gaung Putra FC 14-0, Lugas dan Seva Cetak Hattrick

“Akses yang baik penting agar warga tidak merasa terisolasi setelah direlokasi. Mobilitas tetap terjaga,” kata Maigus.

Pemko Padang merencanakan 30 persen dari total lahan 4,6 hektare untuk fasilitas umum dan sosial. Fasilitas tersebut meliputi sarana ibadah, pendidikan, ruang terbuka, serta fasilitas pendukung lainnya. Kawasan ini dirancang sebagai permukiman terpadu dan mandiri bagi 300 KK terdampak banjir.

“Kita ingin warga pindah ke lingkungan yang lebih baik, bukan sekadar berpindah rumah,” ujar Maigus.

Maigus juga menginstruksikan camat dan lurah setempat untuk melakukan pendataan detail mata pencaharian warga yang akan direlokasi. Pendataan ini penting agar proses relokasi tidak memutus mata rantai ekonomi masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan sosial agar warga dapat beradaptasi dengan lingkungan baru.
Pemko Padang ingin memastikan relokasi berjalan manusiawi dan berkelanjutan.

Tahap berikutnya adalah analisis teknis, penyusunan site plan, dan perhitungan kebutuhan infrastruktur.
Jika seluruh tahapan dinyatakan layak, kawasan Tanah Sungkai akan ditetapkan sebagai lokasi resmi Huntap Pauh.

Penetapan melalui koordinasi dengan Wali Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, serta kementerian terkait. Peninjauan lapangan ditutup dengan diskusi teknis terkait status aset dan perencanaan anggaran infrastruktur dasar seperti jalan lingkungan dan drainase. (*/red)

Berita Terkait

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat
Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:59 WIB

Gulat Kota Padang Juara Umum Porprov XVI Sumbar, Raih 16 Medali Emas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:50 WIB

David Silva Comeback dari Pensiun, Gabung Klub Hong Kong Supreme Sha Tin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:37 WIB

Stefano Cugurra Resmi Tangani Semen Padang FC, Targetkan Promosi ke Super League

Kamis, 8 Oktober 2026 - 00:04 WIB

Gateball Kota Padang Raih Emas Perdana Porprov Sumbar 2026 lewat Double Putra

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:54 WIB

Edo Vernando Sumbang Emas Pertama Biliar Kota Padang di Porprov Sumbar 2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:38 WIB

Jadwal Lengkap Pertamina Grand Prix Indonesia: MotoGP, Sprint, hingga Balapan Utama

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:20 WIB

MotoGP Mandalika 2026: Perebutan Gelar Memanas, Martin dan Marquez Cuma Terpaut 2 Poin

Berita Terbaru

Mikel Arteta sepakat memperpanjang kontrak di Arsenal. (Foto: IG @mikelarteta)

Olahraga

Mikel Arteta Sepakat Perpanjang Kontrak di Arsenal

Kamis, 8 Okt 2026 - 08:06 WIB