Padang Panjang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang Panjang mematangkan kesiapan Nataru Padang Panjang menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Fokus utama diarahkan pada pengamanan lalu lintas di kawasan Lembah Anai yang mengalami peningkatan volume kendaraan.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi lintas sektor yang digelar di Markas Koramil 01/PP, Rabu (24/12/2025).
Rapat ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memastikan perayaan Nataru berlangsung aman dan kondusif.
Rapat dipimpin Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis, dan dihadiri Wakil Wali Kota Allex Saputra. Hadir pula Dandim 0307/TD Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, serta Kepala Kejaksaan Negeri Padang Panjang Adhi Setyo Prabowo.
Selain unsur Forkopimda, rapat juga diikuti Sekretaris Daerah Sonny Budaya Putra, para asisten, kepala OPD, dan instansi terkait. Koordinasi lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam pengamanan Nataru.
Lembah Anai Jadi Titik Rawan Kepadatan
Dalam arahannya, Hendri Arnis menekankan pentingnya pengendalian lalu lintas di Lembah Anai. Jalur ini merupakan akses utama Padang–Bukittinggi yang selalu padat saat libur akhir tahun.
“Kami melihat antrean kendaraan mulai terjadi di pintu masuk Lembah Anai dan berpotensi menimbulkan kepadatan panjang. Penertiban dan pengamanan harus dimaksimalkan,” kata Hendri Arnis.
Ia juga mengimbau pengendara agar lebih berhati-hati, mengingat kondisi jalur Lembah Anai yang rawan kecelakaan, terutama saat cuaca tidak bersahabat.
Peninjauan Posko Nataru dan Gereja
Usai rapat, Wali Kota bersama Forkopimda meninjau sejumlah Posko Nataru di wilayah Padang Panjang. Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan personel, sarana pengamanan, dan pelayanan bagi masyarakat.
Rombongan juga mengunjungi beberapa gereja guna memastikan perayaan Natal berjalan aman dan nyaman. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga toleransi dan ketertiban selama libur Nataru.
Pemantauan Harga Pasar Jadi Perhatian
Selain pengamanan, rapat juga membahas kondisi harga kebutuhan pokok. Hendri Arnis menyebutkan, harga cabai rawit mengalami kenaikan, sementara cabai merah justru menunjukkan tren penurunan.
“Kami minta data harga komoditas terus diperbarui setiap hari dan disampaikan secara rutin kepada masyarakat, termasuk melalui radio,” ujarnya.
Pemantauan ini penting untuk menjaga daya beli masyarakat selama masa libur panjang.
Hendri Arnis juga mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat kolaborasi demi menyukseskan kesiapan Nataru Padang Panjang. Hal ini menjadi krusial karena Padang Panjang masih berada dalam fase pemulihan pascabencana.
Menurutnya, sinergi pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci agar perayaan Nataru berjalan aman, tertib, dan memberi rasa nyaman bagi pendatang maupun warga lokal. (*/red)






