Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mempercepat langkah pemulihan bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor yang terjadi pada akhir 2025.
Salah satu fokus utama adalah penyediaan hunian tetap (huntap) yang layak dan aman bagi masyarakat yang kehilangan rumah akibat bencana tersebut.
Di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran dan Wakil Wali Kota Maigus Nasir, Pemko Padang menjalankan dua skema pembangunan huntap, yakni hunian terpusat dan hunian mandiri.
Kedua skema ini disiapkan untuk memastikan seluruh warga terdampak dapat segera memiliki tempat tinggal yang lebih permanen.
Untuk pembangunan huntap terpusat, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, termasuk lembaga kemanusiaan Buddha Tzu Chi. Pemko Padang menyiapkan lahan di kawasan Lubuk Minturun, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah sebagai lokasi pembangunan permukiman baru bagi warga terdampak.
Selain itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) juga turut mendukung pembangunan huntap yang direncanakan berlokasi di Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Proyek tersebut akan memanfaatkan material Sepablock produksi PT Semen Padang yang diklaim lebih efisien dan memiliki kualitas konstruksi yang baik.
Sementara itu, skema huntap mandiri juga dijalankan melalui dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Program ini ditujukan bagi warga yang memiliki lahan sendiri sehingga pembangunan rumah dapat dilakukan langsung di lokasi milik masing-masing penerima bantuan.
Akselerasi dan Koordinasi Lintas Instansi
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebutkan pemerintah terus mengakselerasi seluruh proses agar masyarakat terdampak dapat segera menempati hunian yang lebih layak.
Ia menegaskan koordinasi lintas instansi terus diperkuat, mulai dari pemerintah pusat, BNPB, Kementerian PKP, hingga mitra lainnya, guna memastikan seluruh tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana.
“Pemko Padang terus berupaya mempercepat realisasi pembangunan huntap bagi warga terdampak. Ini merupakan komitmen bersama untuk memastikan masyarakat memperoleh hunian yang aman dan layak,” ujar Hendri.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga kemanusiaan, dan masyarakat dalam mendukung pemulihan pascabencana.
Komitmen Pemko Padang untuk Hunian Layak
Wali Kota Padang Fadly Amran juga menegaskan pemenuhan kebutuhan hunian warga terdampak menjadi prioritas utama pemerintah daerah.
Ia memastikan Pemko Padang terus menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat agar pembangunan huntap dapat segera terealisasi dan tepat sasaran.
“Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh warga yang terdampak, khususnya yang kehilangan rumah, mendapatkan hunian yang layak dan aman. Kami terus mempercepat proses agar program ini segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Fadly.
Ia berharap pembangunan huntap, baik terpusat maupun mandiri, dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana di Kota Padang. (*/red)






