Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mengambil langkah cepat mengatasi kekeringan yang melanda kawasan irigasi Gunung Nago.
Selain memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumbar, Pemko Padang juga menyalurkan bantuan air darurat guna menjaga aktivitas pertanian dan perikanan warga di Lambung Bukit dan sekitarnya.
Kondisi kekurangan air di wilayah tersebut sempat memburuk akibat kegiatan pemeliharaan jaringan irigasi di bagian hulu.
Proses pengerukan sedimen yang dilakukan pihak provinsi menyebabkan penurunan aliran air ke sejumlah area layanan irigasi.
Kepala UPTD Gunung Nago Dinas PUPR Kota Padang, Asrul, menjelaskan pembukaan pintu penguras saat pengerukan sedimen mengurangi debit air yang mengalir ke sisi kiri dan kanan kawasan Gunung Nago.
“Hal ini menimbulkan menurunnya debet air dari jam 08.00 WIB pagi sampai jam 17.00 WIB sore itu pintu air penguras dibuka dan mengakibatkan air kiri dan kanan Gunung Nago berkurang volume yang masuk,” ujar Asrul, Sabtu (20/6/2026).
Infrastruktur Rusak Pascabencana
Selain dampak pemeliharaan jaringan irigasi, persoalan pasokan air juga berkaitan dengan kerusakan infrastruktur utama akibat bencana yang terjadi pada 27 November 2025.
Kerusakan tersebut membuat distribusi air ke lahan pertanian dan kolam ikan belum kembali normal. Karena itu, Pemko Padang menilai diperlukan langkah jangka pendek dan jangka panjang agar aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan.
Sebagai tindak lanjut, Dinas PUPR Padang telah menyampaikan laporan sekaligus permohonan penanganan kepada Balai Air Pemerintah Provinsi Sumbar. Surat tersebut juga memuat evaluasi terhadap pipa darurat berdiameter 30 inci yang dipasang setelah bencana.
Menurut Pemko Padang, kapasitas pipa yang tersedia saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan air masyarakat secara optimal.
Provinsi Siapkan Tambahan Pipa
Tidak hanya mengandalkan komunikasi formal, Pemko Padang juga melakukan koordinasi langsung dengan pemerintah provinsi untuk mempercepat solusi di lapangan.
Hasil koordinasi tersebut menunjukkan adanya komitmen dari pemerintah provinsi untuk menambah infrastruktur pendukung distribusi air di kawasan irigasi Gunung Nago.
“Secara lisan pihak provinsi telah menjawab secara lisan bahwa akan melakukan penambahan pipa, dua pipa lagi yang diameternya 30 inci, Insya Allah akan dilakukan di bulan Juli dan Agustus,” kata Asrul.
Penambahan dua pipa darurat itu diharapkan dapat meningkatkan suplai air ke wilayah terdampak sekaligus membantu pemulihan sektor pertanian dan perikanan masyarakat.
Bantuan Air Terus Disalurkan
Sambil menunggu realisasi penambahan pipa, Pemko Padang tetap menjalankan langkah darurat untuk memenuhi kebutuhan air warga.
Asrul menyebut pemerintah kota terus mendistribusikan air ke sejumlah titik yang mengalami kekurangan pasokan. Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi agar penanganan berjalan lebih cepat dan efektif.
“Pihak Pemko Padang sementara ini mengantisipasi dengan cara mengisi toren-toren yang ada, melibatkan pihak Damkar dan BPBD,” pungkasnya. (*/red)






