Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang menegaskan komitmennya mempercepat pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) pascabencana hidrometeorologi.
Komitmen tersebut disampaikan Wali Kota Padang, Fadly Amran, saat memimpin pertemuan strategis bersama jajaran Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang di Gedung Putih Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (29/6/2026).
Pertemuan itu dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, beserta jajaran. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi. Kepala Dinas PUPR Malvi Hendri, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Pertanahan Desmon Danus. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Fadelan Fitra Masta, Camat Pauh Yandry, Camat Kuranji Rozaldi Rosman, Camat Koto Tangah Rio Ebu Pratama, dan Camat Nanggalo David Ferdinand.
Bahas Percepatan Penanganan Pascabanjir
Pertemuan tersebut membahas percepatan penanganan pascabanjir. Pembahasan meliputi penyelesaian lahan, normalisasi sungai, pengendalian sedimentasi, pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Serta penguatan tata ruang sebagai langkah mitigasi untuk mengurangi risiko bencana pada masa mendatang.
Fadly Amran mengaku telah menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, camat, dan lurah agar mempercepat penyelesaian kebutuhan di lapangan. Langkah itu agar pelaksanaan rehab-rekon dapat dimulai sesuai target pada Agustus 2026.
Selain itu, Wali Kota menegaskan Pemko Padang siap mendukung penyelesaian persoalan lahan. Dukungan tersebut mencakup opsi relokasi warga apabila menjadi solusi terbaik bagi kawasan yang berisiko tinggi terhadap bencana.
“Pelaksanaan rehab-rekon ini menjadi tanggung jawab bersama. Saya meminta seluruh pihak memastikan pekerjaan BWS berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Sebab ini menyangkut keselamatan masyarakat,” ujar Fadly Amran.
“Kita juga akan mempercepat revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) sebagai dasar penataan kawasan rawan bencana, termasuk membuka opsi relokasi warga jika menjadi solusi terbaik demi keselamatan masyarakat,” tambahnya.
BWS Siapkan Program Rehab-Rekon Rp1,1 Triliun
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BWS Sumatera V Padang, Reski Wahyudi, mengatakan pihaknya siap melaksanakan program rehab-rekon pascabencana di Kota Padang.
Program tersebut didanai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp1,1 triliun melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Reski menjelaskan, tahap awal pekerjaan akan difokuskan pada rehabilitasi irigasi Bendung Koto Tuo dan Bendung Gunung Nago. Selain itu, BWS juga menangani sejumlah titik pengendalian banjir.
Pekerjaan tersebut meliputi pembangunan dinding penahan tanah, perkuatan tebing, dan pembangunan check dam untuk mengendalikan sedimen di sepanjang aliran Batang Kuranji dan Air Dingin.
“Kami siap melaksanakan rehab-rekon, tetapi pengendalian banjir tidak akan tuntas tanpa penyelesaian lahan. Kami berharap Pemko Padang dapat mempercepat prosesnya, sehingga target pelaksanaan mulai Agustus dapat terealisasi,” kata Reski Wahyudi.
Ia menambahkan, seluruh pekerjaan ditargetkan rampung dalam waktu tiga tahun sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan Kota Padang terhadap ancaman banjir di masa mendatang. (*/red)






