Pemko Padang Perkuat Peran Kelurahan dan Tokoh Adat Tangani Anak Tidak Sekolah, Targetkan Zero ATS pada 2029

Penulis -

Senin, 12 Oktober 2026 - 14:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka Rapat Koordinasi Sinergi Nagari Penanganan ATS di Aula Kantor Disdikbud Padang, Senin (12/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir membuka Rapat Koordinasi Sinergi Nagari Penanganan ATS di Aula Kantor Disdikbud Padang, Senin (12/10/2026). (Foto: Pemko Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang memperkuat peran kelurahan dan tokoh adat untuk menekan angka anak tidak sekolah (ATS).

Hingga Oktober 2026, jumlah anak yang belum mengakses pendidikan di Kota Padang tercatat 6.139 orang, turun dari 7.178 anak pada 2025.

Pemko Padang menargetkan seluruh anak kembali mendapatkan akses pendidikan pada 2029. Untuk mencapai sasaran tersebut, pemerintah daerah mendorong kolaborasi antara kelurahan, ninik mamak, bundo kanduang, serta berbagai unsur masyarakat.

Upaya ini menjadi fokus dalam Rapat Koordinasi Sinergi Nagari Penanganan Anak Tidak Sekolah di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Senin (12/10/2026).

Rapat tersebut dibuka oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir dan turut dihadiri Sekretaris Disdikbud Kota Padang Ikhwansyah, para lurah, dan tokoh adat se-Kota Padang.

Kolaborasi Kelurahan dan Tokoh Adat Jadi Kunci

Dalam arahannya, Maigus Nasir menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat hingga tingkat RT/RW untuk mengidentifikasi anak yang putus sekolah atau belum mengenyam pendidikan.

Ia mengajak Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), Kerapatan Adat Nagari (KAN), ninik mamak, dan bundo kanduang untuk aktif melakukan pendataan serta mendampingi anak agar kembali bersekolah.

Menurut Maigus, penanganan ATS perlu melibatkan lingkungan keluarga dan masyarakat. Pendekatan tersebut juga sejalan dengan filosofi Minangkabau, anak dipangku kemenakan dibimbing, yang menekankan tanggung jawab terhadap anak dan kemenakan.

Selain itu, Pemko Padang mengintegrasikan upaya penanganan ATS dengan Program Unggulan Padang Juara dan Smart Surau. Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kualitas pembinaan generasi muda.

Sekitar 2.000 Anak Kembali Mengakses Pendidikan

Sekretaris Disdikbud Kota Padang Ikhwansyah menyampaikan bahwa pihaknya telah mengintervensi sekitar 2.000 anak dari total data ATS. Intervensi tersebut membantu anak kembali mengakses pendidikan melalui bantuan biaya, pendampingan administrasi, hingga penyediaan fasilitas sekolah nonformal.

Baca Juga :  Rekrutmen PT Jakarta International Expo (JIExpo) Untuk 5 Posisi

Pemko Padang juga menyiapkan jalur pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C. Jalur ini menjadi alternatif bagi anak yang belum dapat mengikuti pendidikan formal atau enggan kembali ke sekolah reguler.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap anak-anak tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan sesuai kebutuhan dan kondisi masing-masing.

Warga Diminta Melaporkan Kendala Pendidikan

Disdikbud Kota Padang mengimbau masyarakat segera melaporkan kendala pendidikan yang dialami anak kepada pihak kelurahan setempat. Langkah ini membantu pemerintah mengidentifikasi kebutuhan setiap anak dan menentukan bentuk bantuan yang sesuai.

Dengan memperkuat pendataan, pendampingan, dan keterlibatan tokoh adat, Pemko Padang berupaya memperluas jangkauan penanganan ATS. Kolaborasi lintas unsur tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan angka anak tidak sekolah sekaligus mendukung pencapaian target zero ATS pada 2029. (*)

Berita Terkait

Dulu Kerap Terendam Banjir, SMKN 1 Sasak Kini Miliki Tiga Gedung Baru
Ubah Sampah Jadi Peluang Ekonomi, SMPN 1 Ulakan Tapakis Dorong Siswa Berinovasi dan Peduli Lingkungan
Gubernur Mahyeldi: Pendidikan Sumbar Harus Kembangkan Potensi dan Kemandirian Siswa
Disdikbud Padang Latih 350 Guru SMP Kuasai AI dan Konten Digital Pembelajaran
SMPN 17 Padang Jadi Sekolah Percontohan LMS Ruang Kelas Digital
Ratusan Pelajar Sumbar Adu Kemampuan di Pra-OSN 2026, Siap Menuju Panggung Nasional
Semarak HSN 2026, Ponpes Modern Hijrah Medina Lengayang Padukan Pendidikan Agama, Kreativitas dan Kewirausahaan
Inovasi Biodiesel dari Limbah, Siswa SMK SMAK Padang Raih Juara 2 dan Poster Terbaik di Lomba Kimia XXX Unand

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 20:31 WIB

Pemko Padang dan Kantor Pertanahan Perkuat Sinergi, Selesaikan Tumpang Tindih Lahan

Jumat, 6 November 2026 - 20:12 WIB

Pertuni Padang Soroti Aksesibilitas Padang Mobile, Diskominfo Siap Tindak Lanjuti

Jumat, 6 November 2026 - 19:50 WIB

Antisipasi Bencana Hidrometeorologi, Pemko Padang dan TNI Siagakan Personel 24 Jam

Jumat, 6 November 2026 - 17:41 WIB

Tari Buai Buai Pasisie dan Sarunai Kayu Sungai Liku Resmi Jadi WBTb Indonesia 2026

Jumat, 6 November 2026 - 15:54 WIB

Rumah Tari Sikambang Group Tampilkan Kreativitas Anak di PNC, Seni Jadi Positif Bentuk Karakter Generasi Muda

Jumat, 6 November 2026 - 15:48 WIB

Rabu Belajar BKPSDM Padang Diikuti 1.300 ASN dari Berbagai Daerah di Indonesia

Kamis, 5 November 2026 - 15:44 WIB

Pemko Padang dan Perumda PSM Tindak Lanjuti Keluhan Trans Padang, Awak Bus Terancam Sanksi Tegas

Kamis, 5 November 2026 - 14:54 WIB

Pemko Padang Perkuat Kualitas Data Statistik Sektoral, Dorong OPD Susun Kebijakan Berbasis Data

Berita Terbaru