Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan bangsa melalui Forum Pembauran Kebangsaan (FPK).
Hal ini disampaikan Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Padang, Mairizon, saat membuka Sosialisasi FPK di Ruang Abu Bakar Jaar, Kamis (28/8/2025).
Mengusung tema “Penguatan Persatuan dan Kesatuan Bangsa serta Memupuk Rasa Cinta Tanah Air Bagi Perempuan dan Tokoh Adat, Agama, Cendekiawan, Antar Etnis di Kota Padang”, kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat.
Mairizon menyebut, FPK adalah wadah strategis untuk menjaga integrasi sosial di tengah keberagaman etnis, budaya, bahasa, dan agama.
“Keberadaan FPK penting sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mencegah potensi konflik serta menumbuhkan rasa saling menghargai perbedaan,” ujarnya.
Menurutnya, Padang sebagai kota multietnis memiliki kekuatan sekaligus tantangan. Karena itu, peran FPK dibutuhkan agar kebhinekaan tetap menjadi sumber persatuan, bukan perpecahan. Ia juga menegaskan, kegiatan FPK sejalan dengan misi Kota Padang dalam membangun masyarakat yang beragama, berbudaya, serta berkarakter.
“Pemko Padang akan terus mendukung program FPK, baik melalui fasilitasi kegiatan, penyaluran hibah, maupun penguatan kelembagaan,” tambahnya.
Kepala Kesbangpol Kota Padang, Tarmizi, menyebut FPK saat ini sudah menaungi 12 etnis. Keberagaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kerukunan sosial di tengah masyarakat.
“Dengan keberagaman ini, mari kita rawat hidup berdampingan secara damai, saling menghormati, dan menjaga keharmonisan,” katanya.
Sementara itu, Ketua FPK Kota Padang, Suardi Z, menegaskan sosialisasi yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan membentuk generasi beradab.
“Tokoh adat, agama, dan seluruh elemen masyarakat perlu bersama-sama mendukung terciptanya generasi berkarakter,” ucapnya. (*/red)






