Padang, Javanusa—Sebanyak 1.229 siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di Kota Padang masih berjuang memulihkan aktivitas belajar setelah kehilangan perlengkapan sekolah akibat banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada 28 November 2025.
Untuk membantu pemulihan itu, Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyalurkan bantuan pendidikan kepada siswa dan tenaga pendidik terdampak.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang melalui Sekretaris Dinas, Nurfitri, menyebutkan bantuan tersebut diberikan untuk meringankan beban keluarga siswa yang terdampak langsung bencana banjir bandang.
“Iya, hari ini akan diserahkan bantuan pendidikan bagi siswa dan guru terdampak banjir,” kata Nurfitri, Senin (15/12/2025).
Data Dinas Pendidikan mencatat, dari total penerima bantuan, sebanyak 589 siswa tingkat SD dan 640 siswa SMP terdampak banjir yang terjadi pada akhir November lalu.
Akibat bencana tersebut, banyak siswa kehilangan pakaian sekolah dan perlengkapan belajar yang terbawa arus banjir maupun rusak terendam lumpur.
Para siswa akan menerima bantuan berupa seragam Pramuka serta perlengkapan sekolah seperti tas dan alat tulis. Bantuan ini bersumber dari dana Belanja Tidak Terduga (BTT) Pemerintah Kota Padang.
“Bantuan ini berasal dari dana BTT Pemko Padang untuk meringankan beban keluarga siswa yang terdampak banjir bandang,” ujar Nurfitri.
Selain itu, para siswa juga mendapatkan tambahan bantuan pakaian seragam sekolah, yakni seragam putih merah untuk siswa SD dan putih biru untuk siswa SMP.
Bantuan seragam tersebut berasal dari Gapopin Sumbar sebagai bentuk kepedulian terhadap korban banjir bandang di Kota Padang.
Tak hanya siswa terdampak langsung, bantuan alat tulis juga disalurkan untuk pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Bidang Pendidikan. Bantuan ini diberikan kepada 6.348 siswa SD dan 4.034 siswa SMP di Kota Padang.
“Bantuan alat tulis ini ditujukan untuk mendukung pemenuhan SPM pendidikan, sehingga proses belajar mengajar tetap berjalan meski pascabencana,” jelas Nurfitri.
Selain siswa, tenaga pendidik yang terdampak banjir juga menerima bantuan dari Pemerintah Kota Padang. Sebanyak 154 guru dan tenaga kependidikan mendapatkan bantuan berupa uang duka yang bersumber dari donasi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, baik dari unsur dinas maupun sekolah.
“Masing-masing tenaga pendidik mendapatkan bantuan sebesar Rp 1 juta. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban guru dan tenaga kependidikan yang rumahnya hanyut, terendam lumpur, atau mengalami kerusakan akibat banjir bandang,” ungkapnya.
Rencananya, penyerahan bantuan tersebut dilakukan secara simbolis oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, di Rumah Khusus yang dijadikan hunian sementara bagi warga terdampak di Kecamatan Koto Tangah, Senin siang. (*/red)






