Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang mulai mematangkan penerapan Program Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) sebagai upaya memperkuat sistem sanitasi aman, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kesehatan masyarakat.
Program ini ditargetkan mendukung capaian sanitasi aman sebesar 24 persen pada 2029.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam rapat pelaksanaan LLTT yang dipimpin Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir di Gedung Putih, Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (3/8/2026).
Rapat bertema “Sanitasi Aman, Lingkungan Bersih, Kota Padang Maju dan Berkelanjutan” itu dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Padang Didi Aryadi, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Perencanaan Balai Penataan Bangunan Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumbar Virgin Chania, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah yang tergabung dalam Kelompok Kerja Perumahan dan Kawasan Permukiman (Pokja PKP) Kota Padang.
Maigus Nasir menilai LLTT bukan sekadar program pengelolaan sanitasi. Menurutnya, layanan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat sekaligus mengurangi risiko pencemaran.
“LLTT bukan sekadar program pengelolaan sanitasi, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mencegah pencemaran lingkungan, serta mewujudkan Kota Padang yang bersih, sehat, dan nyaman untuk dihuni. Upaya ini sejalan dengan visi Kota Padang sebagai kota sehat,” ujar Maigus Nasir.
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci
Maigus menegaskan keberhasilan LLTT bergantung pada dukungan seluruh pemangku kepentingan. Penguatan regulasi, pembenahan kelembagaan, hingga edukasi kepada masyarakat menjadi bagian penting agar program berjalan efektif.
Ia berharap kolaborasi lintas sektor mampu meningkatkan kesadaran warga untuk melakukan penyedotan lumpur tinja secara berkala. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi menunggu tangki septik penuh atau meluap sebelum melakukan penyedotan.
Tahap Awal Difokuskan di Wilayah Prioritas
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Kota Padang Malvi Hendri mengatakan pemerintah sedang menyiapkan tahap awal atau piloting pelaksanaan LLTT.
Menurutnya, Kota Padang telah memiliki Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Surau Gadang yang mulai beroperasi sejak 2025. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut masih belum optimal jika dibandingkan dengan kapasitas yang tersedia.
Pada tahap awal, program akan difokuskan secara bertahap di kawasan sekitar IPLT dan wilayah yang menjadi hasil sensus. Selanjutnya, Pemko Padang akan memperkuat armada operasional, menggandeng mitra swasta, serta memperluas sosialisasi kepada masyarakat.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengubah pola penyedotan darurat menjadi layanan yang rutin, aman, dan terintegrasi.
“Tujuan LLTT adalah menjaga fungsi tangki septik, mencegah pencemaran lingkungan, melindungi kesehatan masyarakat, menjamin pengolahan lumpur tinja secara aman. Serta mencapai target sanitasi aman Kota Padang sebesar 24 persen pada 2029. Langkah ini sejalan dengan target RPJMN 2025-2029 melalui penerapan jadwal penyedotan berkala, penyempurnaan regulasi, penyesuaian tarif, dan penguatan sistem pelayanan,” pungkas Malvi Hendri. (*)






