Pemko Padang Tetapkan Zona Merah DAS, Kawasan Rawan Banjir Dilarang Dihuni

Penulis -

Rabu, 7 Januari 2026 - 15:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Padang Fadly Amran dalam Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai bersama akademisi dan stakeholder terkait di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Wali Kota Padang Fadly Amran dalam Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai bersama akademisi dan stakeholder terkait di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026). (Foto: Diskominfo Padang)

Padang, Javanusa—Pemerintah Kota (Pemko) Padang segera menetapkan zona merah Daerah Aliran Sungai (DAS) menyusul banjir bandang yang merusak ratusan rumah warga. Kebijakan ini untuk mencegah risiko bencana berulang di kawasan rawan.

Banjir bandang yang terjadi pada 28 November 2025 dan banjir susulan 2 Januari 2026 menyebabkan perubahan alur sungai serta menghanyutkan permukiman di bantaran DAS. Data sementara mencatat sekitar 600 rumah rusak berat dan hanyut akibat derasnya arus.

Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan penetapan zona merah menjadi langkah strategis untuk melindungi keselamatan warga. Zona tersebut nantinya tidak boleh lagi ditempati atau dibangun rumah tinggal.

“Kita harus mendesain zona merah agar kawasan itu tidak ditempati masyarakat dan kejadian serupa tidak terulang,” kata Fadly Amran dalam Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai, Selasa (6/1/2026).

Rapat tersebut digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang dan melibatkan akademisi serta pemangku kepentingan terkait.

Dua Sungai Prioritas: Air Dingin dan Kuranji

Dua DAS yang menjadi perhatian utama yakni Sungai Air Dingin dan Sungai Kuranji. Kedua sungai ini mengalami perubahan alur signifikan akibat endapan lumpur, pasir, dan hantaman banjir berintensitas tinggi.

Perubahan alur sungai dinilai meningkatkan potensi banjir di kawasan padat penduduk. Karena itu, Pemko Padang meminta kajian teknis mendalam sebelum kebijakan ditetapkan.

“Kita akan mendengarkan peta kondisi sungai secara akurat, setelah itu pembahasan akan kita lanjutkan,” ujar Fadly.

Fadly menegaskan zona merah DAS harus memiliki kejelasan hukum dan batas yang tegas. Pemerintah, kata dia, bertanggung jawab menyampaikan kebijakan ini secara terbuka kepada masyarakat.

“Kalau zona merah ditetapkan, maka dilarang membangun tempat tinggal di sana. Kejelasan ini akan kita sampaikan bersama akademisi, meskipun tidak menyenangkan semua pihak,” jelasnya.

Baca Juga :  Kawasan Kota Tua Padang Disiapkan Jadi Ikon Nasional, Dorong Recovery Ekonomi Lewat Budaya

Menurut Fadly, kebijakan ini bertujuan menciptakan keamanan dan kenyamanan jangka panjang bagi warga Kota Padang.

Pemko Padang memperkirakan proses pendalaman sungai, rehabilitasi, dan rekonstruksi DAS membutuhkan waktu hingga tiga tahun. Selama proses tersebut, risiko banjir masih berpotensi terjadi.

“Rehab rekon sungai memerlukan waktu panjang. Kita tidak bisa menerka-nerka, karena itu zona merah harus segera ditetapkan,” kata Fadly.

Rapat tersebut menghadirkan Prof Abdul Hakam, Pakar Teknik Sipil dan Geoteknik Universitas Andalas, Prof Asrinaldi dari FISIP Unand, serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang.

Turut hadir perwakilan Kantor Pertanahan Padang, Dinas SDA dan Bina Konstruksi Provinsi Sumbar, serta unsur teknis lainnya untuk memperkuat dasar kebijakan. (*/red)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB