Pemko Payakumbuh Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari, Angkat Mauluan Bogheh di Aua Kuniang

Penulis -

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang yang berlangsung di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Minggu (2/8/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Tradisi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang yang berlangsung di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Minggu (2/8/2026). (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Pemerintah Kota Payakumbuh terus memperkuat pelestarian adat dan budaya Minangkabau melalui kegiatan Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari.

Kali ini mengangkat tradisi Mauluan Bogheh di Kanagarian Aua Kuniang yang berlangsung di halaman Balai Adat Nagari Aua Kuniang, Minggu (2/8/2026).

Wakil Wali Kota Payakumbuh Elzadaswarman mengatakan adat dan tradisi merupakan bagian penting dari identitas masyarakat yang harus dijaga secara bersama-sama.

“Pelestarian adat dan tradisi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat. Payakumbuh memiliki keterkaitan erat dengan sejarah perkembangan peradaban Minangkabau sehingga nilai-nilai budaya yang diwariskan para leluhur harus tetap kita jaga,” katanya.

Menurut Elzadaswarman, falsafah Adat Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) merupakan fondasi kehidupan masyarakat Minangkabau yang tetap relevan sebagai pedoman dalam menghadapi perkembangan zaman.

Karena itu, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), khususnya bidang kebudayaan, terus memfasilitasi kegiatan penguatan adat di berbagai kanagarian sebagai bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

“Penguatan adat dan tradisi merupakan investasi sosial untuk menjaga jati diri masyarakat sekaligus memastikan kearifan lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Om Zet itu mengatakan program Mambangkik Tradisi Adat Salingka Nagari melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari niniak mamak, bundo kanduang, rang mudo hingga puti bungsu.

Menurut dia, keterlibatan berbagai unsur tersebut penting agar pengetahuan dan nilai-nilai adat tidak berhenti pada generasi saat ini, tetapi terus diwariskan dan dipahami oleh generasi muda.

“Pelestarian adat di setiap kanagarian merupakan salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketahanan budaya sekaligus menjadi benteng dalam menghadapi pengaruh negatif globalisasi,” katanya.

Ia menegaskan kemajuan daerah tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kemampuan masyarakat mempertahankan dan mengamalkan nilai adat serta tradisi yang menjadi identitas daerah.

Baca Juga :  Lewat Video Call, Wako Payakumbuh Sampaikan Terima Kasih kepada Fadly Amran Atas Bantuan Kebakaran

“Kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisiknya, tetapi juga dari kemampuannya mempertahankan dan mengamalkan adat serta tradisi yang dimiliki,” ujarnya.

Pemko Payakumbuh mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut, termasuk Disparpora, Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kota Payakumbuh, Bundo Kanduang, Kerapatan Adat Nagari (KAN), serta rang mudo dan puti bungsu.

Sementara itu, Ketua KAN Aua Kuniang B. Dt. Paduko Marajo menjelaskan Mauluan Bogheh atau Mahantaan Marapulai merupakan prosesi adat yang dilaksanakan setelah akad nikah dalam rangkaian pesta pernikahan di pihak mempelai perempuan.

Prosesi tersebut menggambarkan kebersamaan keluarga besar dalam mengantarkan mempelai laki-laki ke rumah anak daro sebagai simbol restu, penghormatan, dan penguatan ikatan kekeluargaan kedua belah pihak.

“Tradisi Mauluan Bogheh mengandung makna bahwa marapulai tidak datang sendiri, melainkan diantarkan oleh keluarga besarnya sebagai simbol doa, restu, dan kebersamaan dalam membangun rumah tangga yang baru,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB