Sawahlunto, Javanusa—Pemerintah Kota Sawahlunto menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2025.
Kegiatan berlangsung di Savannah Talawi, Selasa (17/6/2025) dan dipimpin langsung oleh Wali Kota Sawahlunto, Riyanda Putra.
Dalam arahannya, Wali Kota Riyanda menegaskan seluruh perangkat daerah perlu merumuskan program kerja yang adaptif, tidak sekadar administratif.
Program tersebut harus mencerminkan kebutuhan utama masyarakat dan mengikuti arah kebijakan nasional.
“Seluruh masukan dari masyarakat perlu diintegrasikan dengan visi pembangunan Kota Sawahlunto: Estetik dan Futuristik, serta Hidup dan Menghidupi,” ungkap Wali Kota Riyanda.
RPJMD Jadi Pijakan Lima Tahun ke Depan
Lebih lanjut, Riyanda menyampaikan Musrenbang RPJMD merupakan sarana strategis untuk menerjemahkan visi-misi kepala daerah ke dalam rencana pembangunan resmi. Dokumen RPJMD nantinya menjadi acuan kerja bagi seluruh perangkat daerah selama masa jabatan berlangsung.
Ia juga mengingatkan pentingnya efisiensi anggaran dalam setiap perencanaan. Hal ini sejalan dengan instruksi pemerintah pusat yang menuntut optimalisasi anggaran untuk hasil pembangunan yang nyata.
Musrenbang RKPD, kata Riyanda, menjadi forum konsolidasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menentukan arah pembangunan tahunan.
Melalui pendekatan partisipatif, proses ini diharapkan mampu melahirkan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain itu, keterbukaan informasi dan akuntabilitas juga menjadi prinsip utama dalam pelaksanaan Musrenbang. Proses perencanaan ini tidak hanya mematuhi aturan formal, tetapi juga responsif terhadap dinamika sosial dan kebijakan makro. (*/red)






