Pemprov Sumbar Dorong Nagari Creative Hub Jadi Pusat Kreativitas dan Ekonomi Masyarakat

Penulis -

Senin, 28 September 2026 - 12:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pembukaan kegiatan pelestarian seni budaya di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Adpsb)

Pembukaan kegiatan pelestarian seni budaya di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026). (Foto: Adpsb)

Agam, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mendorong Nagari Creative Hub (NCH) tidak hanya menjadi wadah pelestarian budaya, tetapi juga ruang kreativitas dan penggerak ekonomi masyarakat nagari.

Dorongan tersebut mengemuka dalam kegiatan pelestarian seni budaya di Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, Sabtu (26/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Medan Nan Bapaneh Kantor Wali Nagari Koto Tangah itu dibuka Gubernur Sumbar melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdaprov Sumbar, Ahmad Zakri.

Ahmad Zakri mengatakan setiap nagari memiliki kearifan lokal yang menjadi identitas sekaligus kekuatan masyarakat. Potensi tersebut perlu dirawat dan diperkenalkan kepada generasi muda secara berkelanjutan.

“Setiap nagari memiliki potensi kearifan lokal yang mesti dilestarikan dan dikenalkan secara lebih luas. Kita berharap potensi tersebut menjadi karakter sekaligus membentengi generasi muda dari berbagai pengaruh negatif,” kata Ahmad Zakri.

Menurut Ahmad, kekayaan nagari memiliki cakupan yang luas. Selain seni dan budaya tradisional, terdapat kuliner, kerajinan, pengetahuan tradisional, permainan anak nagari, hingga berbagai sektor ekonomi kreatif.

Jika masyarakat mengelolanya secara berkelanjutan, potensi tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi baru. Karena itu, NCH diarahkan untuk menghubungkan pelestarian budaya dengan kreativitas dan produktivitas masyarakat.

“Kita ingin NCH menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas masyarakat, khususnya generasi muda. Tidak hanya dari segi budaya dan seni tradisi, tetapi juga ekonomi,” ujarnya.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan NCH

Ahmad menilai pengembangan Nagari Creative Hub membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, masyarakat, pelaku budaya, pelaku ekonomi kreatif, generasi muda, dunia pendidikan, serta pemangku kepentingan lainnya perlu membangun kolaborasi.

Kolaborasi tersebut penting agar potensi lokal tidak berhenti sebagai warisan yang dijaga. Potensi itu juga dapat berkembang menjadi aktivitas kreatif yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga :  Dies Natalis ke-70 Unand, Mahyeldi Minta Riset Tak Berhenti di Publikasi

Program NCH menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Mahyeldi dan Wakil Gubernur Vasko Ruseimy.

Pada 2025 hingga 2026, sebanyak 13 daerah telah menjadi lokus pelaksanaan NCH di Sumbar. Nagari Koto Tangah, Kecamatan Tilatang Kamang, Kabupaten Agam, termasuk salah satu wilayah pelaksana program tersebut.

Pemkab Agam Siapkan 32 Masjid

Dukungan terhadap program NCH juga datang dari Pemerintah Kabupaten Agam. Asisten Pemerintahan Setdakab Agam, Yunelson, hadir mewakili Bupati Agam dalam kegiatan tersebut.

Yunelson menyampaikan Pemkab Agam telah menetapkan 32 masjid sebagai pusat kegiatan anak nagari untuk mendukung program NCH.

Pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan melalui anggaran pembinaan dan program dari organisasi perangkat daerah terkait. Setiap masjid yang masuk dalam program memperoleh anggaran pembinaan Rp15 juta dari APBD Kabupaten Agam.

Program dukungan tersebut telah berjalan sejak 2025.

“Ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Agam dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam menyukseskan program NCH,” ujar Yunelson.

Pelestarian Budaya Berlangsung Dua Hari

Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Fadli Junaidi, selaku ketua panitia, mengatakan kegiatan di Nagari Koto Tangah berlangsung selama dua hari, yakni 26 hingga 27 September 2026.

Sejumlah kegiatan mengisi agenda tersebut. Di antaranya pameran koleksi Museum Adityawarman, workshop warisan budaya, pameran kuliner tradisional, serta pertunjukan seni dan budaya.

Pada hari kedua, rangkaian acara berlanjut dengan pelatihan pasambahan kato dan makan bajamba.

Kegiatan melibatkan generasi muda serta tokoh masyarakat Nagari Koto Tangah. Dinas Kebudayaan Sumbar berharap proses tersebut dapat menjaga pengetahuan, praktik, dan nilai seni budaya tradisi Minangkabau agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.

Selain pelestarian, kegiatan itu juga membuka ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dengan menjadikan budaya lokal sebagai sumber inspirasi dan potensi ekonomi. (*)

Baca Juga :  Wali Kota Padang Terima Bantuan 1.000 Paket Sembako Perbanas untuk Warga Terdampak Bencana

Berita Terkait

Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana
Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:59 WIB

Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:17 WIB

Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WIB

Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:00 WIB

Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:31 WIB

Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 10:14 WIB

Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Selasa, 20 Oktober 2026 - 20:25 WIB

Optimalkan PAD Lewat Digitalisasi, Pemko Padang Jajaki Kerja Sama dengan BRI

Berita Terbaru