Agam, Javanusa—Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mengusulkan pembangunan sky lift atau kereta gantung di kawasan Danau Maninjau, Kabupaten Agam.
Usulan itu disampaikan dalam rapat koordinasi antara Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam di Balerong Rumah Dinas Bupati Agam, Padang Baru, Lubuk Basung.
Rapat tersebut dihadiri Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dan Bupati Agam, Benni Warlis.
Asisten III Setda Provinsi Sumbar, Medi Iswandi, mengatakan tim telah melakukan peninjauan lapangan dan kajian awal. Kajian tersebut mencakup kesiapan lokasi, aksesibilitas, dan potensi ekonomi masyarakat sekitar.
Menurut Medi, kawasan Danau Maninjau di Kecamatan Tanjung Raya dinilai paling potensial. Panorama alam, nilai sejarah, serta budaya lokal menjadi pertimbangan utama.
“Setelah berbagai pertimbangan, kami turun langsung untuk pendataan dan kajian mendalam. Pembangunan kereta gantung ini diharapkan meningkatkan kunjungan wisata dan membuka peluang investasi baru,” kata Medi.
Target Tingkatkan Kunjungan dan Investasi
Danau Maninjau selama ini menjadi salah satu destinasi unggulan di Sumatera Barat. Data Dinas Pariwisata Sumbar mencatat ribuan wisatawan domestik dan mancanegara berkunjung setiap tahun, terutama saat musim libur.
Pemprov Sumbar menilai pembangunan kereta gantung dapat menciptakan efek berganda (multiplier effect). Dampaknya diharapkan terasa pada sektor UMKM, perhotelan, transportasi, hingga ekonomi kreatif.
Selain itu, konsep wisata berbasis atraksi modern dinilai dapat memperpanjang lama tinggal wisatawan. Hal ini sejalan dengan strategi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata.
Bupati Agam Dukung Penuh
Bupati Agam, Benni Warlis, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana tersebut. Ia menilai kereta gantung dapat menjadi ikon baru pariwisata daerah.
“Jika terwujud, ini akan menjadi yang pertama di Sumatera Barat dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” ujarnya.
Benni meminta dinas terkait segera menindaklanjuti rencana tersebut melalui kajian teknis dan koordinasi lintas sektor. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang agar pembangunan berjalan berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Pemprov Sumbar dan Pemkab Agam sepakat melanjutkan pembahasan pada tahap studi kelayakan (feasibility study). Kajian itu akan melibatkan aspek teknis, lingkungan, dan sosial ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah juga membuka peluang kerja sama investasi dengan pihak swasta. Skema pembiayaan dan model pengelolaan akan dibahas setelah hasil kajian selesai.
Jika seluruh tahapan berjalan lancar, proyek kereta gantung Danau Maninjau berpotensi menjadi tonggak baru pengembangan pariwisata Kabupaten Agam. (*/red)






