Padang, Javanusa—Operasi pencarian terhadap dua bocah yang terseret arus di Pantai Ulak Karang, Kota Padang, resmi dihentikan oleh tim SAR gabungan pada Jumat (24/4/2026). Keputusan ini diambil setelah upaya pencarian selama tujuh hari tidak menunjukkan hasil.
Komandan Tim Lapangan Basarnas Padang, Tri Desyu Herman menyebutkan seluruh personel telah mengerahkan kemampuan terbaik sejak laporan diterima. Namun hingga penutupan operasi pada pukul 18.00 WIB, tanda-tanda keberadaan korban belum ditemukan.
“Memasuki hari ketujuh, pencarian terhadap Zafran dan Rasyid telah dilakukan secara maksimal, tetapi hasilnya masih nihil,” ujar Tri Desyu.
Pada hari terakhir, tim sempat memperluas area penyisiran hingga radius 65 nautical miles (NM) dari titik awal kejadian. Langkah ini untuk mengantisipasi kemungkinan korban terbawa arus laut ke lokasi yang lebih jauh.
Meski area pencarian diperluas, tim menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Perubahan cuaca yang tidak menentu serta kondisi pasang surut laut yang sulit diprediksi menjadi tantangan utama selama operasi berlangsung.
“Kendala terbesar adalah cuaca yang cepat berubah dan kondisi pasang surut yang tidak stabil,” tambahnya.
Kronologi Kejadian
Insiden ini bermula pada Sabtu (18/4/2026), saat dua bocah, Rasyid (8) dan Zafran Al Malik Akbar (9), siswa SD 06 Kampung Lapai, warga Gunung Pangilun, tengah bermain dan mandi di pantai bersama teman-temannya.
Sekitar pukul 12.00 WIB, keduanya dilaporkan hilang setelah terseret arus kuat. Warga setempat sempat melakukan pencarian awal, namun karena keterbatasan peralatan, kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke Kantor SAR Padang.
Sesuai prosedur Basarnas, operasi pencarian dihentikan setelah berlangsung selama tujuh hari. Meski demikian, Basarnas membuka kemungkinan untuk melanjutkan kembali pencarian apabila muncul informasi baru terkait keberadaan korban.
“Jika ada perkembangan atau penemuan di kemudian hari, kami siap membuka kembali operasi untuk proses evakuasi,” tegas Tri.
Basarnas juga mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di kawasan pesisir Kota Padang, agar meningkatkan kewaspadaan. Orang tua diimbau untuk selalu mengawasi anak-anak saat berada di pantai guna menghindari risiko kecelakaan laut.
Operasi ini melibatkan berbagai unsur, seperti Basarnas, BPBD, Damkar, TNI, Polri, PMI, Tagana, pemerintah kecamatan dan kelurahan, serta relawan dan masyarakat setempat yang turut membantu proses pencarian. (*/red)






