Padang, Javanusa—Kementerian HAM (Kemen HAM) Sumatera Barat menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat Kota Padang, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan dengan tema “Peran Strategis Orang Tua dalam Menanamkan Nilai-nilai HAM Sejak Dini”, itu dilaksanakan di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang.
Staf Ahli Wali Kota Padang Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Feri Mulyani Hamid dalam sambutannya menegaskan pendidikan HAM berbasis keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi berkarakter dan beretika.
“Pendidikan HAM berbasis keluarga adalah fondasi penting untuk membangun generasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai jati diri bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, orang tua memiliki peran strategis sebagai pendidik pertama sekaligus teladan utama bagi anak-anaknya.
Nilai HAM Dimulai dari Rumah
Menurut Feri, penanaman nilai HAM sejak dini bisa dimulai dari lingkungan rumah melalui kebiasaan sederhana.
“Mulai dari saling menghargai, menghormati perbedaan, menegakkan keadilan dalam keluarga, hingga membiasakan musyawarah dan empati dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Pendekatan ini efektif karena keluarga menjadi ruang pertama anak belajar tentang nilai kemanusiaan.
Cegah Perilaku Negatif Anak
Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian HAM Sumatera Barat, Dewi Nofyenti, mengatakan kegiatan ini bertujuan membekali orang tua agar mampu membimbing anak memahami hak dan kewajibannya sejak dini.
“Ketika anak memahami haknya dan hak orang lain, mereka akan lebih menghargai sesama serta terhindar dari perilaku negatif seperti perundungan atau kekerasan di sekolah,” jelas Dewi.
Ia menegaskan keluarga tetap menjadi pondasi utama pembentukan karakter anak, meskipun sekolah berperan sebagai rumah kedua.
“Peran orang tua di rumah adalah kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai HAM,” tutupnya. (*/red)






