Pendokumentasian Warisan Budaya Koto Gadang Melalui Lokakarya Internasional

Penulis -

Jumat, 22 Agustus 2025 - 07:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah pegiat warisan budaya dari dalam dan luar negeri berkolaborasi dalam lokakarya Rural Cultural Landscape of Koto Gadang. (Foto: Ist)

Sejumlah pegiat warisan budaya dari dalam dan luar negeri berkolaborasi dalam lokakarya Rural Cultural Landscape of Koto Gadang. (Foto: Ist)

Agam, Javanusa—Sejumlah pegiat warisan budaya dari dalam dan luar negeri berkolaborasi dalam lokakarya Rural Cultural Landscape of Koto Gadang.

Kegiatan ini berlangsung pada 18-22 Agustus 2025 yang berfokus dalam pendokumentasian budaya dan landskap di Koto Gadang, salah satu desa bersejarah di Sumatera Barat.

Lokakarya ini merupakan kolaborasi antara Kage Sumbar (organisasi lokal Koto Gadang), Pan-Sumatra Network for Herigate Conservation (Pansumnet). Sumatera Heritage Trust, ICOMOS Indonesia, Pusat Dokumentasi Arsitektur Indonesia (PDA). Pasar Papringan (Revitalisasi Desa), Interpretasi Indonesia, Universitas Bung Hatta Padang, IPB University.

Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) Jakarta, Universitas Sumatera Utara (USU), Community Tourism Development Association of Tainan City Taiwan, Heritage Hands-on Belanda, dan RJdK Architectuur Belanda.

Hasti Tarekat, narasumber dari Heritage Hands-on Belanda sekaligus inisiator program menyampaikan kegiatan ini merupakan komitmen bersama untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengembangkan potensi desa di Koto Gadang.

“Pada lokakarya ini kita punya empat tujuan yang ingin kita capai. Yaitu pendokumentasian kultur dan landskap di Koto Gadang, peningkatan kesadaran masyarakat lokal, pemberdayaan pemuda, dan revitalisasi desa,” ucapnya.

Peserta lokakarya berasal dari bearagam lintas disiplin ilmu di antaranya, arsitektur, arsitektur landskap, pariwisata, ekonomi, dan komunikasi.

Dengan metode Pemindaian Cepat Historic Urban Landscape (HUL), peserta dibagi dalam tiga kelompok kerja. Yaitu warisan budaya benda (tangible), warisan budaya takbenda (intangible) dan pariwisata (tourism), serta lanskap (landscape).

“Kita berkolaborasi lintas disiplin ilmu sehingga diharapkan dapat menghasilkan laporan terintegrasi yang berisi rekomendasi tentang pengembangan budaya dan landskap Koto Gadang. Laporan ini nantinya dapat menjadi acuan bagi otoritas lokal dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa ini,” tambah Hasti.

Baca Juga :  KUA PPAS Perubahan 2025 Disepakati, Bupati Tanah Datar: Jadi Pedoman Susun RKA  
Potensi Koto Gadang yang Belum Terdokumentasi

Terletak di kaki Gunung Singgalang dan berdekatan dengan Ngarai Sianok, Koto Gadang menyimpan potensi wisata dan budaya.

Desa ini masih banyak ditemukan rumah bergaya Indische peninggalan kolonial Belanda, kerajinan perak dan sulaman sebagai ciri khas kerajinan Koto Gadang. Serta sebagai kampung kelahiran tokoh nasional seperti Agus Salim dan Rohana Kudus. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya terdokumentasi dan terpetakan sebagai warisan budaya.

Jurian Andika, Founder Kage Sumbar yang memfasilitasi jalannya kegiatan di Koto Gadang menyampaikan lokakarya ini dapat menjadi titik awal untuk penyusunan panduan, khususnya bagi pemerintah desa dalam mengembangkan Koto Gadang.

“Harapannya koto gadang bisa dikembangkan secara terkendali berdasarkan prinsip preservasi kawasan pusaka. Koto Gadang tidak diarahkan untuk menjadi kota, melainkan tetap sebagai desa. Modernisasi yang diharapkan bukan dalam bentuk fisik melainkan cara berpikir. Maka dari itu rekomendasi dari lokakarya ini sangat diperlukan,” ucap Jurian. (*/red)

Berita Terkait

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober
Perkuat Ketahanan Pangan, Pemko Padang Dorong Budidaya Ikan RAS dan Mina Padi
Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan
Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:43 WIB

BMKG Maritim Teluk Bayur Peringatkan Potensi Banjir Rob di Pesisir Sumbar 9–12 Oktober

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:23 WIB

Pemko Padang Perkuat Smart Surau, 400 Guru TQA/MDTW Ikuti Pembekalan

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:44 WIB

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:18 WIB

Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:22 WIB

Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:17 WIB

Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:11 WIB

KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat

Berita Terbaru