Peneliti PTKIN Kembangkan Alat Deteksi Halal Portabel Berbasis Sensor Cerdas, Siap Dukung Wajib Halal 2026

Penulis -

Selasa, 19 Mei 2026 - 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Riset saat mengembangkan dua prototipe alat deteksi DNA babi portable. (Foto: Ist/Kemenag)

Tim Riset saat mengembangkan dua prototipe alat deteksi DNA babi portable. (Foto: Ist/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Tim peneliti Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) mengembangkan teknologi deteksi halal portabel. Tim ini menjawab kebutuhan uji halal cepat, praktis, dan langsung di lapangan.

Selain itu, mereka memperkuat ekosistem halal nasional secara berkelanjutan. Inovasi ini juga mendukung kebijakan Wajib Halal Oktober (WHO) 2026.

Kementerian Agama dan LPDP mendanai riset melalui program MoRA The Air Funds. Program ini mendorong kolaborasi riset strategis antar lembaga.

Penelitian ini dipimpin oleh Prof. dr. Flori Ratna Sari, Ph.D. Tim melibatkan Chris Adhiyanto, S.Si, M.Biomed, Ph.D, serta Prof. Dr. Nur Inayah, M.Si.

Selain itu, Prof. Arif Zamhari, M.Ag., Ph.D dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ikut terlibat. Dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, tim juga melibatkan Prof. Dr. Sri Harini, M.Si dan Dr. Imam Tazi, M.Si.

Pengembangan Teknologi Sensor Cerdas

Tim fokus mengembangkan metode identifikasi halal yang akurat dan ekonomis. Mereka juga menargetkan alat yang mudah digunakan di lapangan.

Selain itu, hasil pengujian tetap menjaga tingkat ketelitian tinggi. Tim berhasil menciptakan dua prototipe deteksi DNA babi portabel. Prototipe itu terdiri dari sensor molekuler halal dan electronic nose (e-nose).

Kemampuan Sensor Molekuler dan E-Nose

Prof. Flori menjelaskan kemampuan sensor molekuler yang mereka kembangkan. Alat ini mendeteksi DNA babi secara cepat dan akurat. Bahkan, alat tetap bekerja pada sampel dengan pengenceran hingga 100 ribu kali.

“Dengan pengenceran 100.000 kali, kit portabel kami masih dapat mendeteksi DNA babi dengan cepat, mudah dan akurat walaupun dengan pendekatan kualitatif. Ini akan memudahkan auditor halal di lapangan maupun masyarakat yang ingin mendapat jaminan halal,” ujar Prof. Flori.

Sementara itu, electronic nose bekerja dengan sensor penciuman elektronik. Alat ini mengenali aroma spesifik dari bahan tidak halal.

Baca Juga :  Jusuf Kalla: Mahasiswa ISI Harus Jadi Seniman yang Berjiwa Entrepreneur

“Untuk electronic nose sendiri, seperti namanya dapat ‘mencium’ bau babi melalui sensor sehingga ke depan harapannya hanya dengan ‘mencium’ bau makanan, alat ini bisa menyatakan apakah ada campuran bahan tidak halal atau tidak,” lanjutnya.

Capaian Riset dan Inovasi

Tim mencatat sejumlah capaian penting dari hibah MoRA The Air Funds. Mereka mempublikasikan dua artikel di jurnal internasional bereputasi.

Selain itu, mereka mengembangkan dua prototipe detektor halal portabel. Tim juga mendaftarkan paten ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI). Mereka turut mengembangkan kit sensor molekuler untuk deteksi cepat DNA babi.

Dukungan Wajib Halal 2026

Prof. Flori menegaskan dukungan terhadap program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026. Ia menyebut program ini penting bagi penguatan ekosistem halal nasional.

“Kami sebagai peneliti dari PTKIN Kementerian Agama sangat mendukung program Wajib Halal Oktober (WHO) 2026 yang dicanangkan pemerintah dan berharap Kementerian Agama melalui PTKIN dapat memperkuat ekosistem halal melalui riset yang berkaitan dengan identifikasi halal,” katanya.

Harapan Pengembangan Teknologi Halal

Tim berharap alat ini mempercepat sertifikasi halal nasional.Pelaku usaha makanan dan minuman juga menjadi sasaran utama manfaatnya. Selain itu, alat ini meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk halal Indonesia. Inovasi ini memperkuat langkah strategis menuju sistem halal yang lebih modern. (*/red)

Berita Terkait

BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan
Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB