Pengambilan Api Dharma Mrapen Awali Rangkaian Puncak Perayaan Waisak 2026

Penulis -

Sabtu, 30 Mei 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prosesi pengambilan Api Dharma dari Sumber Api Alam Mrapen di Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026). (Foto: Ist/Kemenag)

Prosesi pengambilan Api Dharma dari Sumber Api Alam Mrapen di Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026). (Foto: Ist/Kemenag)

Grobogan, Javanusa—Rangkaian puncak Perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE/2026 yang dipusatkan di Candi Borobudur resmi dimulai melalui prosesi pengambilan Api Dharma di Sumber Api Alam Mrapen, Desa Manggar Mas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2026).

Prosesi sakral tersebut menjadi pembuka berbagai agenda keagamaan yang akan berlangsung hingga puncak perayaan Waisak di kawasan Candi Borobudur.

Ritual Pembuka Sebelum Pengambilan Api

Sebelum mengambil Api Dharma, para peserta terlebih dahulu menggelar ritual penyalaan lilin panca warna dan pembacaan paritta suci. Sejumlah majelis agama Buddha mengikuti rangkaian kegiatan tersebut.

Kegiatan itu melibatkan perwakilan Sangha Theravada Dhamayut Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Palpung, ZFZ Kasogatan, Sangha Mahayana Indonesia, serta Martrisia.

Tepat pukul 12.00 WIB, para bhikkhu sangha bersama perwakilan TNI, Polri, dan instansi terkait mengambil api dari sumber api abadi Mrapen. Setelah itu, mereka menyulut api yang telah disakralkan ke obor kirab sebelum membawanya menuju kendaraan pengangkut untuk diberangkatkan ke Candi Mendut.

Selain itu, rombongan juga menyalakan api pada obor besar atau angklu yang berdiri di antara dua Bendera Merah Putih dan dua Bendera Buddhis.

Dengan pengawalan kepolisian, rombongan kemudian membawa Api Dharma menuju lokasi penyemayaman sementara di Candi Mendut sebelum mempersembahkannya pada perayaan puncak di Candi Borobudur.

Makna Spiritual Api Dharma

Pandita Dharmaduta dari Majelis Agama Buddha Tantrayana Zhenfo Zong Kasogatan Indonesia (ZFZ Kasogatan), Suyamto, menjelaskan Api Dharma berasal dari api alam yang muncul dari dalam perut bumi dan memiliki makna spiritual yang mendalam bagi umat Buddha.

Menurutnya, prosesi pensakralan mengubah fungsi api alam menjadi simbol persembahan suci atau Amerta Agni yang digunakan dalam ritual keagamaan.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Dorong Percepatan Penanganan Sampah Nasional, Target 2–3 Tahun Terkendali

“Api yang disakralkan menjadi simbol sumber kehidupan dan penerangan. Seperti matahari yang terus memberikan cahaya, api menjadi lambang yang membantu manusia melihat dan memahami kebenaran,” ujar Suyamto.

Ia menambahkan, Api Dharma mengandung pesan moral agar manusia mampu membedakan antara perbuatan yang benar dan tidak benar. Nilai tersebut diharapkan menjadi pedoman dalam berpikir, berbicara, dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari.

Suyamto juga menjelaskan setelah melalui prosesi pensakralan, Api Dharma akan disemayamkan terlebih dahulu di Candi Mendut sebelum dibawa ke Candi Borobudur sebagai bagian dari rangkaian ibadah Waisak.

Simbol Semangat Kehidupan

Sementara itu, Direktur Urusan Agama dan Pendidikan Buddha Kementerian Agama, Nyoman Suriadarma, menyebut Api Mrapen menjadi simbol semangat kehidupan yang relevan bagi seluruh umat manusia.

“Hari ini telah dilaksanakan pensakralan Api Abadi, pembacaan paritta dari berbagai mazhab Buddhis, serta pradaksina. Kegiatan ini rutin setiap tahun sebagai bentuk penghormatan terhadap kehidupan. Karena api melambangkan semangat yang menggerakkan kehidupan itu sendiri,” katanya.

Nyoman menambahkan, ritual pradaksina yang dilaksanakan dalam prosesi tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap situs-situs suci Buddha. Melalui ritual itu, umat memanjatkan doa untuk keselamatan keluarga, bangsa, negara, kelestarian alam, serta terciptanya perdamaian dunia. (*/red)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Savio Roberto Optimistis Semen Padang FC Bisa Kalahkan Sumsel United

Jumat, 30 Oktober 2026 - 13:01 WIB

Hasil FP1 MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat, Jorge Martin ke-20

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:11 WIB

Teco Targetkan Kemenangan Kedua, Semen Padang Siap Hadapi Sumsel United

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Berita Terbaru

XLSMART membawa program Sisternet ke W20 USA 2026 untuk memperkuat keterampilan digital dan ekonomi perempuan Indonesia. (Foto: XLSMART)

Ekonomi Bisnis

XLSMART Bawa Solusi Pemberdayaan Perempuan Indonesia ke W20 USA 2026

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:21 WIB

Pemko Padang menargetkan 523 unit hunian tetap rampung pada 2027. Pembangunan tersebar di Balai Gadang, Sungkai, dan Kampung Lalang. (Foto: Pemko Padang)

Kota Padang

Pemko Padang Targetkan 523 Huntap Rampung pada 2027

Jumat, 30 Okt 2026 - 16:12 WIB