Pengetatan Syarat Istita’ah Kesehatan Berhasil Tekan Angka Jemaah Haji yang Sakit

Penulis -

Sabtu, 6 Juni 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI, dr. Dani Pramudya. (Foto: Kemenhaj)

Plt Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI, dr. Dani Pramudya. (Foto: Kemenhaj)

Makkah, Javanusa—Jumlah jemaah haji Indonesia yang mengalami gangguan kesehatan setelah menjalani puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) pada musim haji 2026 tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI menilai penurunan tersebut menjadi indikator keberhasilan penerapan syarat istita’ah kesehatan yang lebih ketat sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.

Data Kemenhaj menunjukkan sebanyak 210 jemaah haji Indonesia menjalani perawatan medis pasca-Armuzna pada musim haji 2026. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji 2025 yang mencapai sekitar 300 jemaah.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenhaj RI, dr. Dani Pramudya, mengatakan tren penurunan angka kesakitan jemaah berkaitan dengan konsistensi pemerintah dalam menerapkan skrining kesehatan secara ketat sejak tahap persiapan keberangkatan.

“Alhamdulillah, dengan adanya implementasi peraturan istita’ah kesehatan ini, kami melakukan proses seleksi yang sangat ketat sejak di embarkasi. Pengetatan istita’ah ini terbukti efektif menekan angka kesakitan jemaah di Tanah Suci,” ujar dr. Dani saat ditemui Tim Media Center Haji (MCH) di Kantor Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah, Kamis (4/6/2026).

Menurutnya, kebijakan tersebut juga meningkatkan pengawasan terhadap kondisi kesehatan calon jemaah sebelum berangkat ke Arab Saudi. Selama proses pemberangkatan di berbagai embarkasi, sekitar 300 calon jemaah dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan sehingga tidak memperoleh izin berangkat.

Pemerintah mengambil keputusan tersebut untuk melindungi keselamatan calon jemaah yang berisiko mengalami gangguan kesehatan serius selama menjalankan rangkaian ibadah haji yang membutuhkan ketahanan fisik tinggi.

Gangguan Pernapasan Dominasi Kasus Pasca-Armuzna

Dr. Dani menjelaskan, gangguan pernapasan menjadi salah satu penyakit yang paling banyak dialami jemaah yang menjalani perawatan pasca-Armuzna. Kondisi ini umumnya terjadi pada jemaah lanjut usia yang mengalami kelelahan fisik setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji.

Baca Juga :  Wali Kota Bengkulu Dedy Wahyudi Pilih Haji Reguler, Berbaur Satu Kloter dengan Jemaah di Embarkasi Padang

Selain faktor kelelahan, sejumlah jemaah juga memiliki riwayat penyakit pernapasan, seperti batuk kronis maupun tuberkulosis (TBC). Riwayat penyakit tersebut dapat memperburuk kondisi kesehatan saat berada di Tanah Suci.

“Kelelahan ekstrem membuat organ paru-paru jemaah yang rentan menjadi terganggu, sehingga menimbulkan sesak napas,” jelasnya.

Penyakit Jantung Jadi Penyebab Utama Perawatan

Selain gangguan pernapasan, penyakit jantung juga menjadi salah satu penyebab utama jemaah memerlukan perawatan medis. Menurut dr. Dani, kondisi tersebut umumnya dialami jemaah yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti hipertensi dan diabetes.

Penyakit penyerta tersebut dapat kambuh akibat aktivitas fisik yang cukup berat selama pelaksanaan ibadah haji. Karena itu, Kemenhaj mengingatkan seluruh jemaah yang masih berada di Tanah Suci agar menjaga kondisi fisik dan mengatur aktivitas harian secara bijak.

Kemenhaj juga meminta jemaah menghindari kegiatan yang berpotensi memicu kelelahan berlebihan. Langkah tersebut penting untuk menjaga kesehatan hingga seluruh rangkaian ibadah selesai.

Selain itu, jemaah diimbau rutin berkonsultasi dengan petugas kesehatan kloter apabila mengalami keluhan kesehatan. Dengan cara itu, petugas dapat menangani kondisi yang muncul lebih cepat hingga tiba waktunya kembali ke Tanah Air. (*/red)

Berita Terkait

Kemenhaj Catat 244 Kasus Haji dan Umrah, Potensi Kerugian Jemaah Capai Rp247,65 Miliar
Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Pakai Direct Flight, Hindari Transit Singapura-Malaysia
Kemenhaj Perkuat Pengawasan Umrah, Antisipasi Situasi Darurat dan Force Majeure
Kemenhaj dan Kemenbud Jajaki Pembentukan Museum Haji Indonesia
Menhaj Irfan Yusuf Buka Suara soal Pengangkatan Anaknya sebagai Tenaga Ahli
Jadwal Haji 2027 Ditetapkan, Jemaah Masuk Asrama Mulai 10 April
Belanja Haji Tembus Rp4 Triliun, Menhaj Dorong UMKM Daerah Perluas Pasar
Menhaj Perketat Istitaah Kesehatan Jemaah Haji, Imbau Travel Pilih Penerbangan Langsung

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pencuri Komponen Pendeteksi Banjir di Padang Ditangkap, 2 Kabur

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Polda Sumbar Ungkap Dugaan Judi Togel Online di Padang, Uang Rp4,15 Juta Disita

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:13 WIB

Modus Penimbunan BBM Subsidi di Sumbar, Pelaku Gunakan Kantong Plastik dan Kotak Ikan

Senin, 26 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Polda Sumbar Ungkap 24 Kasus Penyalahgunaan BBM Subsidi, 25 Tersangka Diamankan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:30 WIB

BPBD Padang Evakuasi Pohon Karet Tumbang di Kalumbuk, Jalan Kembali Normal

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:21 WIB

Hilang Kendali, Dua Mobil Terperosok ke Sawah di Jalan Solok-Padang

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:53 WIB

Rumah Wartawan Harian Singgalang Dibobol Maling, Laptop, HP dan Tiga Hardisk Raib

Minggu, 25 Oktober 2026 - 08:30 WIB

Polda Sumbar Razia Tempat Hiburan Malam di Padang, Dua Pengunjung Positif Metamfetamin

Berita Terbaru

Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker, Darmawansyah. (Foto: Kemnaker)

Nasional

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Okt 2026 - 20:41 WIB