Penumpang KA Lembah Anai Terlibat Perselisihan, KAI Ingatkan Etika di Kereta

Penulis -

Selasa, 6 Oktober 2026 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KAI Divre II Sumbar mengingatkan penumpang menjaga ketertiban dan melaporkan gangguan kepada petugas. (Foto: KAI Divre II Sumbar)

KAI Divre II Sumbar mengingatkan penumpang menjaga ketertiban dan melaporkan gangguan kepada petugas. (Foto: KAI Divre II Sumbar)

Padang, Javanusa—Perselisihan antarpenumpang terjadi di KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9). KAI Divre II Sumbar meminta seluruh pengguna jasa menjaga sikap agar perjalanan tetap aman dan nyaman.

Kejadian tersebut mencuat setelah video kegaduhan di dalam kereta beredar di media sosial. KAI kemudian menjelaskan kronologi serta langkah petugas dalam menangani persoalan tersebut.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan, persoalan bermula saat rombongan penumpang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam.

Menurut Reza, rombongan itu kemudian berbincang dengan suara yang dinilai mengganggu penumpang lain. Petugas pelayanan kereta api (Walka) lantas memberikan teguran agar kondisi kembali tertib.

Petugas Berikan Teguran Dua Kali

Reza menjelaskan, petugas sempat memberikan teguran pertama kepada rombongan tersebut. Namun, kondisi serupa kembali terjadi setelah beberapa waktu.

“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.

Situasi kemudian memanas ketika salah seorang penumpang yang merasa terganggu ikut menegur rombongan tersebut. Teguran itu selanjutnya berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa.

Petugas yang berada di dalam KA Lembah Anai langsung mengambil tindakan untuk menghentikan perselisihan. Mereka berupaya meredakan situasi secara persuasif agar konflik tidak meluas.

Penumpang Bersedia Berpindah Gerbong

Setelah memberikan arahan kepada pihak yang terlibat, petugas menawarkan opsi untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang yang terlibat dalam perselisihan tersebut menyetujui langkah itu.

“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Mulai Gunakan Biodiesel B50, KRD Minangkabau Ekspres Jadi Armada Perdana

Petugas kemudian menyampaikan pengumuman kepada seluruh penumpang. KAI meminta pengguna jasa menjaga ketenangan dan menghormati hak penumpang lain selama perjalanan.

Kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Karena itu, setiap penumpang perlu menjaga perilaku agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya.

KAI Minta Penumpang Laporkan Gangguan kepada Petugas

KAI mengimbau penumpang menggunakan volume suara yang wajar selama berada di dalam kereta. Penumpang juga diminta tidak membuat kegaduhan serta mengikuti arahan petugas.

“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.

KAI juga meminta penumpang tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi situasi yang mengganggu. Pelanggan dapat langsung melapor kepada petugas agar persoalan mendapat penanganan yang tepat.

“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Reza.

KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya menjaga perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan tertib. Perusahaan juga mengajak seluruh pelanggan membangun budaya perjalanan yang mengedepankan sikap saling menghormati.

Dengan demikian, setiap persoalan di dalam kereta dapat diselesaikan secara baik tanpa memicu konflik antarpengguna jasa. (*)

Berita Terkait

Padang Mulai Uji Teknologi AI untuk Petakan Kerusakan Infrastruktur Pascabencana
Kabut Asap Selimuti Padang, BPBD Minta Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kafilah Bungus Teluk Kabung Siap Hadapi MTQN ke-42 Kota Padang, Persiapan Capai 85 Persen
Padang Utara Siapkan 72 Kafilah, Targetkan Juara Umum MTQN ke-42 Kota Padang
KAI Divre II Sumbar Tutup 30 Perlintasan Liar, Keselamatan di Jalur Kereta Diperketat
Pemko Padang Perkuat Pengelolaan Sampah Terpadu Lewat Gerakan Pilah Sampah dari Rumah
Persiapan MTQ ke-42 Kota Padang Dimatangkan, 663 Kafilah Siap Bertanding
PWI Health Fun Run 5K Hadir di Mandeh, Gabungkan Olahraga dan Promosi Wisata

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 20:01 WIB

Kepala BGN Sudaryono: Insentif MBG Kini Lebih Adil, Proporsional dan Efisien

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:01 WIB

MK Tak Temukan Bukti Gibran Punya Ijazah SLTA, tapi Tak Batalkan sebagai Wapres

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Pemerintah Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah dan Madrasah hingga 2029, Kemenag Siap Bersinergi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Kemenag Buka Bantuan S2 dan S3 hingga Rp25 Juta, Cek Syarat dan Jadwalnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Kontes Sapi APPSI Piala Presiden 2026 Dorong Peternak Perkuat Genetik dan Produktivitas

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Mentan Amran Sambut Wamentan Saleh Mustafa: Speed Kerja Pertanian Harus Meningkat

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada 7 Tokoh TNI, Ini Daftarnya

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Presiden Prabowo Resmikan 204 Satuan Baru TNI pada HUT ke-81, Ini Daftar dan Rinciannya

Berita Terbaru