Padang, Javanusa—Perselisihan antarpenumpang terjadi di KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam pada Rabu (30/9). KAI Divre II Sumbar meminta seluruh pengguna jasa menjaga sikap agar perjalanan tetap aman dan nyaman.
Kejadian tersebut mencuat setelah video kegaduhan di dalam kereta beredar di media sosial. KAI kemudian menjelaskan kronologi serta langkah petugas dalam menangani persoalan tersebut.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab mengatakan, persoalan bermula saat rombongan penumpang naik dari Stasiun Lubuk Buaya menuju Kayutanam.
Menurut Reza, rombongan itu kemudian berbincang dengan suara yang dinilai mengganggu penumpang lain. Petugas pelayanan kereta api (Walka) lantas memberikan teguran agar kondisi kembali tertib.
Petugas Berikan Teguran Dua Kali
Reza menjelaskan, petugas sempat memberikan teguran pertama kepada rombongan tersebut. Namun, kondisi serupa kembali terjadi setelah beberapa waktu.
“Petugas telah memberikan teguran pertama agar penumpang menjaga ketertiban dan kenyamanan selama perjalanan. Namun, setelah beberapa waktu, kondisi serupa kembali terjadi sehingga petugas memberikan teguran kedua secara tegas,” ujar Reza.
Situasi kemudian memanas ketika salah seorang penumpang yang merasa terganggu ikut menegur rombongan tersebut. Teguran itu selanjutnya berkembang menjadi perselisihan antarpengguna jasa.
Petugas yang berada di dalam KA Lembah Anai langsung mengambil tindakan untuk menghentikan perselisihan. Mereka berupaya meredakan situasi secara persuasif agar konflik tidak meluas.
Penumpang Bersedia Berpindah Gerbong
Setelah memberikan arahan kepada pihak yang terlibat, petugas menawarkan opsi untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang yang terlibat dalam perselisihan tersebut menyetujui langkah itu.
“Petugas segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin meluas. Setelah diberikan pemahaman dan arahan, petugas juga menawarkan kepada penumpang yang terlibat untuk berpindah ke rangkaian kereta lainnya. Penumpang bersedia, sehingga situasi di dalam kereta api kembali aman dan terkendali,” jelas Reza.
Petugas kemudian menyampaikan pengumuman kepada seluruh penumpang. KAI meminta pengguna jasa menjaga ketenangan dan menghormati hak penumpang lain selama perjalanan.
Kereta api merupakan ruang publik yang digunakan bersama. Karena itu, setiap penumpang perlu menjaga perilaku agar tidak mengganggu kenyamanan pengguna jasa lainnya.
KAI Minta Penumpang Laporkan Gangguan kepada Petugas
KAI mengimbau penumpang menggunakan volume suara yang wajar selama berada di dalam kereta. Penumpang juga diminta tidak membuat kegaduhan serta mengikuti arahan petugas.
“Kenyamanan di dalam kereta api merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghargai, menjaga tutur kata dan perilaku, serta menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang baik dan tidak melakukan tindakan yang dapat memicu konflik,” tegas Reza.
KAI juga meminta penumpang tidak mengambil tindakan sendiri ketika menghadapi situasi yang mengganggu. Pelanggan dapat langsung melapor kepada petugas agar persoalan mendapat penanganan yang tepat.
“Kami mengapresiasi pelanggan yang turut menjaga ketertiban. Namun, apabila terdapat kondisi yang mengganggu kenyamanan, silakan segera laporkan kepada petugas. Petugas akan membantu menangani dan mencarikan solusi terbaik sesuai ketentuan yang berlaku,” tutur Reza.
KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya menjaga perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan tertib. Perusahaan juga mengajak seluruh pelanggan membangun budaya perjalanan yang mengedepankan sikap saling menghormati.
Dengan demikian, setiap persoalan di dalam kereta dapat diselesaikan secara baik tanpa memicu konflik antarpengguna jasa. (*)






