Javanusa.com—Hidung tersumbat tidak selalu disebabkan oleh pilek. Kondisi ini juga bisa dipicu alergi, sinusitis, polip hidung, hingga kelainan struktur hidung.
Meski sering membaik sendiri, hidung tersumbat yang berkepanjangan tetap perlu diwaspadai agar tidak berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Hidung tersumbat terjadi ketika lapisan saluran hidung mengalami peradangan. Kondisi tersebut biasanya muncul setelah terpapar debu, polusi udara, alergen, maupun infeksi virus.
Peradangan memicu produksi lendir dalam jumlah lebih banyak. Lendir berlebih kemudian menghambat aliran udara sehingga membuat pernapasan terasa tidak lega.
Berikut beberapa penyebab hidung tersumbat yang paling sering terjadi.
1. Batuk pilek
Infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) menjadi penyebab paling umum hidung tersumbat. Selain hidung tersumbat, penderita biasanya mengalami batuk dan pilek.
Keluhan umumnya membaik dalam waktu tujuh hingga sepuluh hari. Namun, proses pemulihan dapat berlangsung lebih lama pada perokok.
2. Flu
Virus influenza juga dapat menyebabkan hidung tersumbat. Selain mengganggu saluran pernapasan, flu sering disertai demam, nyeri otot, sakit kepala, tubuh menggigil, dan berkeringat.
Sebagian besar penderita dapat pulih tanpa pengobatan khusus. Namun, bayi, ibu hamil, dan lansia memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi.
3. Sinusitis akut
Sinusitis akut menyebabkan jaringan di dalam rongga hidung membengkak. Akibatnya, saluran hidung menyempit dan produksi lendir meningkat.
Kondisi ini sering muncul sebagai lanjutan dari batuk pilek yang tidak kunjung membaik.
4. Rhinitis alergi
Alergi terhadap debu, serbuk sari, maupun bulu hewan dapat memicu rhinitis alergi. Saat tubuh bereaksi terhadap alergen, produksi lendir meningkat sehingga muncul bersin, hidung berair, rasa gatal, dan hidung tersumbat.
5. Polip hidung
Polip merupakan jaringan lunak yang tumbuh di dalam rongga hidung atau sinus akibat peradangan kronis.
Jika ukurannya membesar, polip dapat menghambat aliran udara dan mengganggu pengeluaran lendir. Gejalanya meliputi pilek berkepanjangan, penurunan kemampuan penciuman, sakit kepala, hingga rasa tertekan pada wajah.
6. Deviasi septum
Deviasi septum terjadi ketika sekat pemisah lubang hidung bergeser dari posisi normal.
Perubahan bentuk tersebut membuat salah satu saluran hidung menjadi lebih sempit sehingga aliran udara terganggu. Selain menyebabkan hidung tersumbat, kondisi ini juga dapat memicu mimisan berulang, mendengkur saat tidur, serta meningkatkan risiko sinusitis.
Cara Mengatasi Hidung Tersumbat di Rumah
Hidung tersumbat dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, bahkan membuat tidur menjadi kurang nyenyak. Beberapa langkah berikut dapat membantu meredakan keluhan.
1. Gunakan obat pereda nyeri bila diperlukan
Apabila hidung tersumbat disertai demam, sakit kepala, atau nyeri tenggorokan, obat pereda nyeri seperti paracetamol atau ibuprofen dapat menjadi pilihan.
Pastikan penggunaan obat sesuai dosis yang tertera pada kemasan dan hentikan ketika gejala telah membaik.
2. Konsumsi antihistamin untuk alergi
Jika penyebab hidung tersumbat adalah alergi, obat antihistamin dapat membantu mengurangi bersin, pilek, dan sumbatan hidung.
Perlu diperhatikan, beberapa jenis antihistamin dapat menyebabkan kantuk dan mulut terasa kering.
3. Manfaatkan nasal spray
Obat semprot hidung atau nasal spray menjadi salah satu cara yang efektif untuk meredakan hidung tersumbat karena bekerja langsung pada saluran hidung.
Selain dekongestan, tersedia pula nasal spray berbahan alami yang mengandung larutan garam dan iota carrageenan. Kandungan iota carrageenan diketahui memiliki aktivitas antivirus terhadap beberapa virus berselubung serta rhinovirus yang sering menyebabkan pilek.
Untuk orang dewasa, penggunaan umumnya satu semprotan pada setiap lubang hidung sebanyak tiga kali sehari. Sementara pada anak-anak, dosis berkisar dua hingga tiga semprotan pada setiap lubang hidung sebanyak tiga kali sehari sesuai petunjuk penggunaan produk.
Penggunaan nasal spray dekongestan sebaiknya tidak melebihi tiga hari berturut-turut karena dapat memperparah sumbatan hidung. Produk ini juga tidak dianjurkan untuk anak berusia di bawah enam tahun.
Kebiasaan Sederhana yang Membantu Meredakan Hidung Tersumbat
Selain menggunakan obat, beberapa langkah sederhana juga dapat mempercepat pemulihan, antara lain:
-
- Perbanyak minum air putih, air lemon hangat, atau sup kaldu bening.
- Istirahat yang cukup.
- Menghirup uap air hangat.
- Mandi dengan air hangat.
- Mengompres wajah menggunakan handuk hangat.
- Menghindari berenang di kolam yang mengandung klorin.
Apabila hidung tersumbat tidak membaik setelah beberapa hari, berlangsung lama, atau justru semakin berat, segera periksakan diri ke dokter.
Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui penyebab pasti sekaligus menentukan penanganan yang sesuai. (*)






