Padang, Javanusa—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, membekali Ketua Regu (Karu) dan Ketua Rombongan (Karom) Jemaah Haji Kloter 07 Embarkasi Padang, Jumat (1/5).
Ia menegaskan pembekalan tersebut bertujuan memperkuat peran Karu dan Karom dalam mendukung pelayanan jemaah selama ibadah di Tanah Suci.
Rifki menilai Karu dan Karom menjadi ujung tombak yang membantu petugas selama perjalanan serta pelaksanaan rangkaian ibadah haji.
“Kami menitipkan amanah besar kepada Bapak dan Ibu. Karu dan Karom menjadi perpanjangan tangan petugas dalam melayani jemaah,” ujar Rifki.
Koordinasi dan Pendampingan Jemaah
Ia menjelaskan keberhasilan penyelenggaraan haji tidak hanya bergantung pada petugas kloter, tetapi juga peran aktif Karu dan Karom. Menurutnya, setiap pergerakan jemaah membutuhkan koordinasi yang baik di tingkat kelompok.
“Di sinilah peran Karu dan Karom menjadi sangat penting,” katanya.
Rifki mengarahkan Karu dan Karom untuk membantu koordinasi logistik, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga distribusi konsumsi sesuai jadwal.
Selain itu, mereka harus aktif mendampingi jemaah dalam pelaksanaan ibadah serta berkoordinasi dengan pembimbing ibadah.
“Pastikan jemaah menjalankan ibadah dengan benar. Bantu mengingatkan dan mendampingi, terutama bagi yang membutuhkan,” ujarnya.
Pengawasan Kesehatan dan Identitas Petugas
Rifki juga menekankan pentingnya pengawasan kesehatan jemaah selama di Tanah Suci. Ia meminta Karu dan Karom memantau kondisi jemaah secara berkala, mengingat keterbatasan tenaga medis di setiap kloter.
“Segera laporkan kepada petugas kesehatan jika ada jemaah yang mengeluh sakit,” katanya.
Untuk mendukung tugas di lapangan, Karu dan Karom menerima rompi khusus sebagai identitas. Rifki meminta mereka menggunakan rompi tersebut saat bertugas agar jemaah mudah mengenali dan meminta bantuan.
Jaga Nama Baik Daerah di Tanah Suci
Selain tugas teknis, Rifki juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap selama berada di Tanah Suci. Ia mengajak seluruh Karu dan Karom menunjukkan sikap saling tolong-menolong dan menjaga nama baik daerah.
Kegiatan pembekalan diakhiri dengan pemasangan rompi kepada Karu dan Karom serta penyerahan dukungan operasional untuk menunjang tugas di lapangan. (*/red)






