Limapuluh Kota, Javanusa—Perbaikan jalan penghubung antara Payakumbuh dan Lintau di Kabupaten Tanah Datar terus menunjukkan progres positif.
Hingga awal Juli 2025, pengerjaan jalan sepanjang 1,3 kilometer itu telah rampung sekitar 50 persen.
Melalui Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR), Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menargetkan proyek ini selesai dalam waktu 180 hari kerja atau awal September 2025.
Jalan yang dibangun dengan sistem rigid pavement ini menelan anggaran lebih dari Rp12,3 miliar.
Proyek ini menjadi bagian dari program rehabilitasi jalan provinsi demi mendukung konektivitas antarwilayah.
Warga Mulai Rasakan Dampak Positif
Beberapa segmen jalan yang telah diperbaiki kini bisa dilalui meski sistem buka-tutup masih diterapkan.
Kehadiran infrastruktur yang lebih layak mulai dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, keresahan kami dijawab dengan aksi nyata,” ujar Wali Nagari Labuah Gunuang, Khairul Hadi Dt. Paduko Marajo Lelo.
Menurutnya, akses jalan yang baik tidak hanya memperlancar transportasi, tetapi juga meningkatkan rasa aman dan kenyamanan warga.
Eva Maria Dirbas, Kasi Pemerintahan Kecamatan Lareh Sago Halaban menyebutkan perbaikan jalan ini memberi dampak besar pada mobilisasi warga, terutama orang tua yang setiap hari mengantar anak-anak ke sekolah.
“Ini bukan sekadar jalan mulus, tapi soal masa depan anak-anak kami juga,” tuturnya.
Harapan untuk Kelanjutan Pembangunan
Tokoh masyarakat, Rilson Dt. Mangguang, menyambut baik perbaikan tersebut dan berharap pembangunan tidak berhenti hanya pada ruas 1,3 kilometer.
Ia menekankan pentingnya kelanjutan proyek hingga ke perbatasan Tanah Datar.
“Mudah-mudahan proyek ini berlanjut karena masih banyak titik jalan yang kondisinya memprihatinkan,” ujarnya.
Sementara itu, Budi Margana, warga yang sebelumnya aktif dalam aksi protes, kini mengaku lega dan puas. Ia merasa perjuangan masyarakat akhirnya membuahkan hasil.
“Lubang sudah tertutup, debu hilang, jalan mulai lancar. Kami akhirnya bisa bernapas lega,” katanya. (*/red)






