Javanusa.com—Penyanyi muda Aruma menghadirkan karya terbarunya lewat EP Dan Ternyata Aku Cukup. Lima lagu di dalamnya merekam perjalanan personal sang solois dalam memahami diri dan berdamai dengan berbagai perasaan yang ia alami.
EP tersebut menjadi kelanjutan perjalanan musik Aruma setelah sebelumnya merilis single Jalan Buntu. Ia mengerjakan materi EP ini selama sekitar satu tahun.
Dan Ternyata Aku Cukup memuat lima lagu, yakni Pura-Pura Hidup Lagi,” Jalan Buntu, Senyum Pada Sepi, Semoga Nanti, dan Bulan Separuh.
Bagi Aruma, kelima lagu itu bukan sekadar kumpulan materi musik. Setiap lagu membawa cerita dan emosi yang berkaitan dengan fase berbeda dalam kehidupannya selama beberapa tahun terakhir.
“Aku merasa EP ini bukan cuma kumpulan lagu, tapi seperti potongan-potongan buku harian yang akhirnya bisa aku bagikan ke orang lain,” ujar Aruma.
Meski lahir dari pengalaman yang berbeda, seluruh lagu tersebut memiliki benang merah. Aruma menemukan bahwa semuanya berkaitan dengan proses belajar menerima diri dan menemukan rasa cukup.
Cerita Personal di Balik Dan Ternyata Aku Cukup
Aruma mengungkapkan, sejumlah cerita dalam EP itu sudah lama ia simpan. Sementara beberapa lagu lainnya muncul dari pengalaman yang lebih baru.
Menurutnya, hubungan antarlagu justru semakin terlihat setelah seluruh materi terkumpul. Ia menyadari setiap karya membawa pesan tentang perjalanan menemukan penerimaan terhadap diri sendiri.
“Ada beberapa cerita dan perasaan yang memang sudah lama aku simpan dan akhirnya menemukan bentuknya lewat lagu, tapi ada juga lagu yang lahir dari pengalaman yang relatif baru,” katanya.
“Menariknya, ketika semua lagu dikumpulkan, aku baru sadar kalau ternyata semuanya sedang menceritakan perjalanan yang sama,” tuturnya.
Judul EP tersebut juga lahir dari kesimpulan yang Aruma dapatkan setelah melewati fase pencarian tentang makna “rasa cukup”.
Lewat karya ini, ia menyampaikan proses belajar untuk tidak lagi menjadikan penilaian orang lain sebagai ukuran nilai dirinya.
Belajar Berhenti Membuktikan Diri
Aruma mengaku pernah merasa harus memenuhi standar tertentu agar mendapat cinta, pilihan, atau penerimaan dari orang lain.
“Dulu aku sering merasa harus menjadi versi tertentu dari diriku supaya bisa dicintai, dipilih, atau dianggap cukup oleh orang lain,” tuturnya.
Pengalaman tersebut kemudian membawanya pada pemahaman baru. Kekurangan yang dimiliki seseorang tidak semestinya menjadi alasan untuk terus meragukan diri sendiri.
“Dan ternyata aku cukup” menjadi kalimat yang mewakili perubahan cara pandangnya terhadap diri sendiri.
Lebih Introspektif dari EP Sebelumnya
Jika dibandingkan dengan EP Bertumbuh, Aruma melihat karya terbarunya memiliki pendekatan yang lebih personal dan introspektif.
Dalam karya sebelumnya, ia banyak mengeksplorasi pertanyaan tentang arah dan identitas dirinya. Kini, ia merasa mulai menemukan jawaban yang lebih sederhana.
“Kalau dulu aku banyak bertanya, ‘Aku harus menjadi siapa?’ atau ‘Aku harus ke mana?’, sekarang aku mulai sampai di titik aku bisa bilang, ‘Mungkin aku tidak perlu menjadi siapa-siapa selain diriku sendiri.’”
Melalui Dan Ternyata Aku Cukup, Aruma tidak hanya menawarkan lima lagu, tetapi juga menghadirkan rekaman perjalanan emosional yang dekat dengan pengalaman menemukan penerimaan terhadap diri sendiri. (*)
Sumber: Podcast Some Story/Good Music Release






