Padang, Javanusa—Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Padang menggelar Festival Literasi 2026 untuk mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, mulai 24 April hingga 3 Mei 2026, di Gedung Youth Center Padang, bekerja sama dengan Gramedia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Padang, Heriza Syafani, menyebut festival ini sebagai respons terhadap capaian literasi daerah yang masih rendah.
Data 2025 menunjukkan IPLM Kota Padang berada di angka 18 poin. Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) mencapai 60 poin, masih di bawah target ideal 80 poin.
Melalui festival ini, pemerintah menargetkan IPLM meningkat hingga 34 poin. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendorong minat baca masyarakat sekaligus meningkatkan akreditasi Perpustakaan Umum Kota Padang yang saat ini berada pada kategori C.
Ragam Kegiatan dan Peran Penulis Lokal
Festival Literasi 2026 menghadirkan berbagai kegiatan menarik. Pengunjung dapat mengikuti pameran buku dengan potongan harga, pelatihan menulis bersama penulis nasional, serta diskusi dan bedah buku karya penulis lokal.
Sebanyak enam penulis asal Padang, yang sebagian merupakan guru bahasa, dijadwalkan mempresentasikan karya mereka selama rangkaian acara berlangsung.
Kemudahan ISBN Perkuat Ekosistem Literasi
Dinas Perpustakaan Kota Padang juga menghadirkan inovasi layanan literasi. Kini, dinas telah memperoleh kewenangan dari Perpustakaan Nasional untuk memfasilitasi penerbitan International Standard Book Number (ISBN) bagi penulis daerah.
Langkah ini diharapkan mampu memperkuat ekosistem literasi lokal dan mendorong lahirnya lebih banyak karya dari penulis daerah.
Libatkan Komunitas dan Pelajar
Festival ini melibatkan berbagai komunitas literasi, seperti Taman Baca Masyarakat (TBM), pegiat literasi, serta pelajar se-Kota Padang.
Partisipasi komunitas dinilai penting untuk memperluas jangkauan literasi. Saat ini, jumlah anggota perpustakaan baru sekitar 7.000 orang, masih jauh dari target ideal 27.000 anggota.
Fasilitas Perpustakaan Semakin Lengkap
Perpustakaan Kota Padang kini menempati gedung baru dengan koleksi sekitar 13.000 judul atau 33.000 eksemplar buku. Koleksi tersebut mencakup berbagai kategori, termasuk buku anak dan koleksi ramah disabilitas seperti Braille.
Gedung ini juga dilengkapi area bermain anak, layanan WiFi gratis, serta ruang teknologi informasi yang terhubung dengan koleksi digital Perpustakaan Nasional. Fasilitas tersebut memudahkan masyarakat mengakses bahan bacaan secara langsung maupun digital.
Untuk layanan, perpustakaan buka setiap Senin hingga Jumat, pukul 07.30–16.00 WIB. Pihak dinas juga mempertimbangkan penambahan jam layanan pada hari libur, seiring meningkatnya kunjungan yang kini rata-rata mencapai 100 orang per hari.
Melalui Festival Literasi 2026, pemerintah berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda tahunan dalam rangka memperingati Hari Buku Sedunia dan Hari Pendidikan Nasional. Lebih dari itu, festival ini diharapkan menjadi momentum memperkuat budaya literasi di Kota Padang. (*/red)






