Perkuat Industri Pembibitan Unggas, Kementan Minta GPPU Tingkatkan Profesionalisme dan Digitalisasi Data

Penulis -

Kamis, 23 Juli 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengukuhan Badan Pengurus Pusat GPPU masa bakti 2026–2030 di DoubleTree by Hilton Bintaro Jaya, Tangsel, Kamis (23/7/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Pengukuhan Badan Pengurus Pusat GPPU masa bakti 2026–2030 di DoubleTree by Hilton Bintaro Jaya, Tangsel, Kamis (23/7/2026). (Foto: Ditjen PKH Kementan)

Tangsel, Javanusa—Penguatan industri pembibitan unggas menjadi fokus Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menjaga keberlanjutan sektor perunggasan nasional.

Melalui kepengurusan baru Gabungan Perusahaan Pembibitan Unggas (GPPU) periode 2026–2030, pemerintah mendorong tata kelola yang lebih profesional, berbasis data, serta mampu menjawab kebutuhan industri dan ketahanan pangan.

Pengukuhan Badan Pengurus Pusat GPPU masa bakti 2026–2030 berlangsung dalam Kongres Ke-14 GPPU di DoubleTree by Hilton Bintaro Jaya, Tangerang Selatan (Tangsel), Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pembibitan Sebagai Arsitek Industri Perunggasan Nasional” dan dirangkai dengan peluncuran Buku 55 Tahun GPPU serta Seminar Nasional GPPU.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, menilai pergantian kepengurusan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi. Sekaligus meningkatkan profesionalisme pelaku usaha pembibitan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas kontribusinya dalam mendukung perkembangan industri perunggasan nasional.

“Atas nama Kementerian Pertanian, saya mengucapkan selamat kepada pengurus yang baru dikukuhkan. Momentum ini diharapkan semakin memperkuat konsolidasi organisasi dan memperkokoh peran GPPU sebagai mitra strategis pemerintah dalam membangun industri perunggasan nasional yang maju, efisien, dan berkelanjutan,” ujar Agung.

Industri Perunggasan Hadapi Tantangan Keseimbangan Produksi

Menurut Agung, subsektor perunggasan memiliki posisi strategis dalam memenuhi kebutuhan protein hewani masyarakat. Indonesia bahkan telah mencapai swasembada daging ayam dan telur serta mulai mengekspor berbagai produk perunggasan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan utama saat ini ialah menjaga keseimbangan antara produksi bibit dan kebutuhan pasar. Keseimbangan tersebut dinilai penting agar harga tetap stabil sekaligus menjaga keberlangsungan usaha peternak.

“Perunggasan kita ini sudah swasembada, bahkan surplus dan sudah ekspor. Tantangan besarnya sekarang adalah menjaga keseimbangan supply dan demand bibit. Industri ini memiliki perputaran ekonomi yang sangat besar, tetapi kesejahteraan peternak rakyat juga harus terus kita tingkatkan. Itu menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Baca Juga :  Pj Wako Padang Resmikan Kafe Berkonsep Simulator Golf Pertama di Sumbar
Program MBG Buka Peluang Pertumbuhan Industri Unggas

Kementerian Pertanian juga melihat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai peluang besar untuk meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur di Indonesia.

Karena itu, pemerintah mendorong pengembangan industri perunggasan secara lebih merata, terutama di luar Pulau Jawa yang masih memiliki kapasitas produksi lebih rendah.

“Ayam dan telur menjadi komoditas utama dalam Program Makan Bergizi Gratis karena kandungan gizinya tinggi dan harganya terjangkau. Pemerintah akan membangun ekosistem industri hulu hingga hilir di berbagai provinsi luar Jawa, dan kami berharap GPPU ikut berperan aktif dalam pengembangannya,” jelas Agung.

Digitalisasi Data Jadi Prioritas

Selain pemerataan investasi, Kementan menekankan pentingnya pengelolaan data pembibitan yang akurat melalui sistem digital.

Agung menjelaskan, data yang valid menjadi dasar penyusunan kebijakan pemerintah, termasuk dalam mengendalikan produksi dan menjaga stabilitas harga di pasar.

“Saya berharap GPPU membangun sistem digitalisasi sehingga data pembibitan yang diterima pemerintah benar-benar valid. Data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat, termasuk dalam menjaga stabilitas produksi dan harga. Kami juga mengingatkan agar implementasi Permentan Nomor 10 Tahun 2024 dapat dijalankan dengan baik menjelang pemberlakuan penuh pada Januari 2027,” tegasnya.

GPPU Siap Perkuat Kemitraan Industri

Ketua Umum GPPU periode 2026–2030, Asroh Nawawi, menegaskan bahwa sektor pembibitan merupakan fondasi utama yang menentukan arah perkembangan industri perunggasan nasional.

Menurutnya, keputusan yang diambil pada sektor hulu akan memengaruhi rantai pasok dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, GPPU berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan peternak rakyat, UMKM, perusahaan integrasi, dan pemerintah.

“Pembibitan adalah fondasi industri perunggasan. Setiap keputusan di sektor hulu hari ini akan menentukan arah perkembangan industri beberapa tahun ke depan. Karena itu, GPPU berkomitmen membangun industri yang inklusif, memperkuat kemitraan dengan peternak rakyat, UMKM, maupun perusahaan integrasi. Serta terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujar Asroh.

Baca Juga :  Petani Milenial Cetak Omzet Miliaran, Kementan Dorong Regenerasi Pertanian Modern  

Melalui kepengurusan baru, pemerintah dan GPPU menargetkan sinergi yang lebih kuat untuk memperbaiki tata kelola pembibitan, meningkatkan biosekuriti, memperluas penerapan praktik pembibitan yang baik, memanfaatkan digitalisasi data, serta mendorong investasi hingga ke luar Pulau Jawa.

Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat industri perunggasan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak. (*)

Berita Terkait

Satgas Payakumbuh Temukan Indikasi Pengisian BBM Berulang, SPBU Diminta Perketat Pengawasan
Empat Pasar di Pariaman Dapat Tambahan Anggaran Rehabilitasi Rp4,1 Miliar
Gebyar Pajak 2026, Mahyeldi Dorong Warga Sumbar Makin Taat Bayar Pajak
Rp115 Miliar Disiapkan untuk Pulihkan 38.000 UMKM Terdampak Bencana di Sumbar
SPKLU Center Pertama di Sumbar Diresmikan, Langkah Baru Menuju Green Province  
FIFA ASEAN CUP 2026 Jadi Berkah UMKM, Sehari Bisa Raup Omzet hingga Rp 1 Juta Sehari
Pertamina Cek Kualitas Pertalite di Padang, Sampel Diuji hingga Laboratorium Lemigas
Resmikan Al Harris Umrah, Fadly Amran Dorong Penguatan Ekonomi Haji dan Umrah

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Patras Jalani Tur Jepang Perdana, Bawa Cha-Cha Boo! ke Empat Panggung

Rabu, 7 Oktober 2026 - 21:16 WIB

Tak Harus Menang untuk Bahagia, Lafa Pratomo dan Ari Lesmana Hadirkan Juara Dua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Sinopsis Film Uniform: Cinta di Balik Seragam, Kisah Perwira Muda Bongkar Kematian Kekasih

Selasa, 6 Oktober 2026 - 12:06 WIB

Kaisa dan Nada Swara Gembira Rilis Selamat Ulang Tahun, Lagu Ceria untuk Momen Spesial

Senin, 5 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Lindee Cremona Raih Indomusik Awards 2026 lewat Lagu Kucing – di Tempat Biasa

Senin, 5 Oktober 2026 - 20:09 WIB

Float Rilis EP Constant Changes, Bawa Semangat Pulih lewat Yang Kembali Pulih

Senin, 5 Oktober 2026 - 18:05 WIB

Film Laut Bercerita Tayang 29 Oktober 2026, Kisah Mahasiswa Hilang di Tengah Ketegangan Yogyakarta

Berita Terbaru

Ifan resmi mundur dari GOVINDA setelah 18 tahun bersama. (Foto: IG @ade_govinda)

Hiburan

Setelah 18 Tahun, Ifan Resmi Mundur dari GOVINDA

Kamis, 8 Okt 2026 - 15:29 WIB