Perkuat Ketahanan Energi Nasional, RI-Jepang Teken Kerja Sama Mineral Kritis dan Nuklir

Penulis -

Senin, 16 Maret 2026 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penandatanganan kerja sama antara Menteri ESDM Indonesia, Bahlil Lahadalia dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa di Tokyo, Minggu (15/3). (Foto: Kementerian ESDM)

Penandatanganan kerja sama antara Menteri ESDM Indonesia, Bahlil Lahadalia dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa di Tokyo, Minggu (15/3). (Foto: Kementerian ESDM)

Tokyo, Javanusa—Pemerintah Indonesia dan Jepang menandatangani kerja sama di bidang mineral kritis dan energi nuklir untuk memperkuat ketahanan energi serta mendukung pengembangan teknologi energi masa depan di kawasan Asia-Pasifik.

Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan bilateral antara Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia, Bahlil Lahadalia, dengan Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Ryosei Akazawa, di sela kegiatan Indo Pacific Energy Security Ministerial and Business Forum (IPEM) di Tokyo, Minggu (15/3).

Pertemuan itu menghasilkan penandatanganan Memorandum of Cooperation (MoC) pada dua sektor strategis, yakni mineral kritis dan energi nuklir.

Bahlil menyatakan Indonesia membuka peluang kerja sama dengan pemerintah dan pelaku usaha Jepang dalam pengelolaan mineral kritis yang dimiliki Indonesia.

“Saya sangat menyambut baik memorandum yang hari ini kita tandatangani, khususnya di bidang mineral kritis. Kami terbuka bagi pemerintah maupun pengusaha Jepang untuk mengelola bersama mineral kritis di Indonesia,” kata Bahlil dalam pertemuan tersebut.

Pada sektor mineral kritis, kerja sama diarahkan untuk memperkuat rantai pasok global yang lebih aman dan andal. Kolaborasi ini juga ditujukan untuk mendukung pengembangan teknologi energi bersih melalui pemanfaatan sumber daya mineral strategis.

Menurut Bahlil, Indonesia memiliki cadangan mineral penting yang berperan dalam industri energi dan teknologi, termasuk sekitar 43 persen cadangan nikel dunia, serta sumber daya lain seperti bauksit, timah, tembaga, dan logam tanah jarang.

Sementara itu, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Ryosei Akazawa menilai kerja sama antarnegara menjadi penting di tengah ketidakpastian global yang berdampak pada sektor energi.

“Di tengah situasi krisis global saat ini, penting bagi kita untuk memperkuat kerja sama demi menjaga ketahanan energi,” ujar Akazawa.

Baca Juga :  Bali Disiapkan Jadi Pusat Keuangan Internasional, Pemerintah Percepat Pengembangan KEK

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap izin ekspor Liquefied Natural Gas (LNG) ke Jepang. Jepang, kata dia, berkomitmen melanjutkan kerja sama proyek energi dengan Indonesia.

Selain mineral kritis, kedua negara juga menjajaki kolaborasi di bidang energi nuklir, terutama dalam pengembangan teknologi energi rendah karbon dengan tetap mengutamakan standar keselamatan.

Indonesia berpeluang memanfaatkan pengalaman dan teknologi Jepang dalam pengembangan energi nuklir untuk mendukung diversifikasi sumber energi.

Ke depan, Indonesia dan Jepang juga akan melanjutkan pembahasan kerja sama lain di sektor energi, termasuk penguatan rantai pasok LNG dan batu bara, serta percepatan proyek transisi energi di bawah kerangka Asia Zero Emission Community (AZEC).

Beberapa proyek yang masuk dalam agenda kerja sama tersebut antara lain operasional PLTP Sarulla dan penyelesaian proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Legok Nangka. (*/red)

Berita Terkait

Maigus Nasir Resmikan Kampung Budi Daya Ikan Air Tawar di Kelurahan Pisang, 53 Keluarga Terima Bantuan
Progres Flyover Sitinjau Lauik I Capai 35,275 Persen, Jembatan 1 Rampung
Pemerintah Siapkan Storage di Dalam Negeri, Impor Crude Tak Lagi Mampir ke Negara Lain
Pemko Padang Lengkapi Fasilitas Basement Blok II dan III Pasar Raya, Pedagang Diminta Mulai Berjualan
Tekan Gejolak Harga Pangan, Pemerintah Gelar GPM Serentak di 38 Provinsi
Gerakan Pangan Murah Payakumbuh, Cabai Merah Dijual Rp50 Ribu per Kg
Pemko Padang dan UPTD PPD Padang Perkuat Sinergi, Optimalkan PAD Lewat Inovasi Layanan Pajak Kendaraan
Gandeng BRI, Pemko Padang Pacu PAD Lewat Digitalisasi Retribusi dan Pajak Daerah

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru