Perkuat MBG, BGN Pelajari Cara Jepang Jalankan Program Makan Gratis

Penulis -

Rabu, 23 September 2026 - 11:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BGN Sudaryono melakukan audiensi dengan JICA Indonesia, Rabu (23/9). (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Kepala BGN Sudaryono melakukan audiensi dengan JICA Indonesia, Rabu (23/9). (Foto: Biro Hukum dan Humas BGN)

Jakarta, Javanusa—Badan Gizi Nasional (BGN) mempelajari pengalaman Jepang dalam menjalankan program makan gratis bagi siswa sebagai salah satu referensi untuk memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia.

Pembelajaran tersebut menjadi bagian dari audiensi BGN bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia pada Rabu (23/9). Pertemuan membahas pelaksanaan program makan siswa, tata kelola, hingga keterlibatan berbagai pihak di dalamnya.

Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, pengalaman Jepang dapat menjadi bahan pembelajaran bagi Indonesia dalam mengembangkan penyelenggaraan MBG.

Menurutnya, BGN ingin memahami secara langsung berbagai aspek program makan siswa di Jepang. Hal itu mencakup mekanisme pelaksanaan, penanganan program, serta pembagian peran setiap pihak.

“Intinya adalah kami ingin belajar dari negara yang salah satu yang terbaik dalam program free meals-nya. Kami sedang mempelajari hal-hal yang bisa kita dapat dari program tersebut, mulai dari cara pelaksanaan, penanganan, hingga peran masing-masing pihak,” ujar Mas Dar.

Selain mekanisme penyediaan makanan, BGN juga mencermati tata kelola program dan keterlibatan ekosistem pendidikan. Sekolah, guru, kepala sekolah, siswa, hingga orang tua memiliki peran dalam mendukung keberlangsungan program makan siswa di Jepang.

“Kami ingin banyak mendengar, banyak belajar, banyak melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita ini bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia,” kata Mas Dar.

Kerja Sama BGN dan JICA Berlanjut

Pembelajaran Indonesia terhadap program makan siswa di Jepang telah berlangsung melalui kerja sama dengan JICA sejak 2024. Program tersebut juga mencakup pengiriman peserta pelatihan ke Jepang.

Melalui kegiatan itu, peserta dapat mempelajari penyelenggaraan program makan bagi siswa secara langsung. Pengalaman tersebut kemudian menjadi salah satu sumber referensi dalam pengembangan MBG di Indonesia.

Baca Juga :  MPSM Gombak Selangor Kunjungi Padang Panjang

Dalam audiensi terbaru, BGN juga mendapatkan gambaran mengenai sejumlah model penyediaan makanan yang diterapkan di Jepang.

Jepang Terapkan Model Central Kitchen

Salah satu hal yang menjadi perhatian BGN ialah penggunaan model Central Kitchen. Sistem tersebut memungkinkan makanan diproduksi di dapur terpusat sebelum dikirim ke sekolah untuk dibagikan kepada siswa.

Jepang juga menerapkan model lain dengan memasak makanan langsung di lingkungan sekolah. Dengan demikian, terdapat lebih dari satu pola penyediaan makanan dalam program makan siswa.

“Di Jepang sendiri juga mengadopsi adanya Central Kitchen. Jadi ada dua tipe, ada yang dimasak di sekolah, tetapi ada juga yang menggunakan model Central Kitchen, yaitu makanan dibuat di Central Kitchen, kemudian dibawa ke sekolah dan didistribusikan di sekolah,” jelas Mas Dar.

Menurut Mas Dar, model tersebut memberikan perspektif tambahan bagi BGN dalam mengembangkan penyelenggaraan MBG. Namun, penerapannya tetap perlu menyesuaikan kondisi dan kebutuhan Indonesia.

“Ini menjadi satu pelajaran baru. Siapa tahu kita bisa juga meniru dengan langkah-langkah yang barangkali perlu di-adjust terhadap pelaksanaan MBG bagi kita,” tutur Mas Dar.

BGN Buka Diri terhadap Praktik Baik Negara Lain

BGN menilai penguatan MBG membutuhkan pembelajaran dari berbagai sumber. Karena itu, lembaga tersebut tidak hanya melihat pengalaman Jepang.

Mas Dar menyebut sejumlah negara lain, seperti India dan Brasil, sebagai contoh negara yang juga memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan program sejenis.

“BGN tidak menutup mata bahwa kita ada persoalan, tetapi kita juga tidak boleh menutup mata terhadap inovasi, pengalaman best practice, atau pengalaman terbaik dari banyak pihak, termasuk dari negara lain. Apakah Jepang, India, Brasil, dan banyak negara lainnya,” ujar Mas Dar.

Baca Juga :  Johann Zarco Dijatuhi Dua Long Lap Penalty, Berlaku saat Kembali Balapan di MotoGP

Berbagai pengalaman tersebut akan dipelajari untuk melihat praktik yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. BGN kemudian dapat menyesuaikannya dengan sistem yang telah berjalan.

“Yang kita cari adalah model seperti apa yang kemudian terbaik yang bisa kita lakukan dengan yang sekarang sudah ada. Tinggal kita adopsi sedikit dan kita sesuaikan,” pungkas Mas Dar. (*)

Berita Terkait

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG
Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 10:28 WIB

BGN Wajibkan 21.527 SPPG Perbarui SPK, Perketat Pengawasan Program MBG

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi

Rabu, 28 Oktober 2026 - 23:07 WIB

Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:50 WIB

Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:41 WIB

Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:02 WIB

Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terbaru