Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang terus memperkuat upaya penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS) guna mewujudkan target zero ATS pada 2029. Salah satu langkah strategis yang dilakukan yakni meningkatkan kompetensi operator ATS di 104 kelurahan se-Kota Padang.
Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir saat membuka Workshop Peningkatan Kompetensi Operator ATS Kelurahan se-Kota Padang di Ruang Suhaimi, Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang, Kamis (21/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova, jajaran Disdikbud, operator ATS dari 104 kelurahan, serta Tim Pencegahan dan Penanggulangan ATS Disdikbud Kota Padang.
Dalam arahannya, Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menegaskan penanganan ATS menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Padang Fadly Amran.
Ia menyebut, pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama karena setiap anak berhak memperoleh layanan pendidikan yang layak.
“Pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama karena setiap anak memiliki hak memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan, melalui Program Unggulan (Progul) Padang Juara dan Smart Surau, Pemko Padang berkomitmen menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan daerah sejalan dengan visi kota pintar dan kota sehat.
Menurutnya, operator ATS tidak hanya bertugas melakukan pendataan, tetapi juga berperan memberikan pemahaman kepada keluarga agar anak tetap melanjutkan pendidikan.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kota Padang Yopi Krislova menegaskan penanganan ATS dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari bantuan pendidikan, pendampingan administrasi, hingga penyediaan jalur pendidikan formal maupun nonformal.
“Dalam menangani ATS di Kota Padang, kami terus melakukan berbagai intervensi mulai dari bantuan pendidikan, pendampingan administrasi, hingga penyediaan jalur pendidikan formal maupun nonformal,” kata Yopi Krislova.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada lurah apabila terdapat anak yang putus sekolah atau terkendala biaya. Langkah tersebut penting agar pemerintah dapat segera memberikan solusi dan memastikan anak kembali mengakses pendidikan.
Berdasarkan data Disdikbud Kota Padang, jumlah ATS saat ini tercatat sebanyak 6.615 anak, menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7.178 anak. Meski terjadi penurunan, Pemko Padang menegaskan upaya penanganan akan terus diperkuat dengan melibatkan seluruh unsur pemerintahan hingga tingkat paling bawah.
Camat, lurah, hingga RT/RW diminta aktif melakukan pendataan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pendidikan bagi anak. Pemerintah menargetkan angka ATS terus ditekan hingga mencapai nol pada tahun 2029. (*/red)






