Padang, Javanusa—Pemerintah Kota Padang melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menggelar Sosialisasi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Tahun 2025 di Aula Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang, Rabu (23/7/2025).
Kegiatan ini bertujuan memperkuat peran FKDM dalam mendeteksi dan mencegah potensi ancaman yang berkembang di tengah masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, aksi premanisme, dan perilaku menyimpang lainnya.
Kepala Bidang Kewaspadaan Nasional dan Penanganan Konflik Kesbangpol Padang, Agus Suherman menyampaikan saat ini gangguan/ancaman terhadap stabilitas sosial tidak hanya datang dari luar, namun juga dari dalam lingkungan masyarakat. Ancaman tersebut tidak hanya mengganggu ketertiban umum, tapi juga mengancam masa depan generasi muda.
“Narkoba dan premanisme telah menjadi ancaman nyata yang menyasar semua lapisan masyarakat, termasuk anak-anak dan pelajar,” tegas Agus.
Menurutnya, lemahnya kontrol sosial turut memberi ruang tumbuh bagi aksi premanisme dan penyalahgunaan narkoba.
Untuk itu, pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk FKDM dalam membangun kewaspadaan dini.
Menurutnya, FKDM berperan strategis sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah dalam menyampaikan informasi dari lapangan sebelum situasi berkembang menjadi konflik terbuka.
“Kewaspadaan bukanlah soal mencurigai, tapi bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan bersama. Solidaritas dan kecepatan informasi menjadi kunci keberhasilan pencegahan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menyerap materi sosialisasi dengan baik dan menyampaikan kembali informasi tersebut kepada masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Jadilah pelopor keamanan, agen perubahan, dan penjaga harmoni sosial,” imbaunya.
Sosialisasi ini mengangkat tema “Perkuat Kewaspadaan Dini, Cegah Narkoba dan Premanisme Demi Kota Padang yang Aman dan Kondusif.”
Kegiatan diikuti tokoh masyarakat, tokoh adat, pemuda, dan perwakilan ormas. Narasumber berasal dari Badan Kesbangpol Padang, Polresta Padang, Kodim 0312/Padang, dan BINDA Sumbar. (*/red)






