Jakarta, Javanusa—Peningkatan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri turut mendorong kinerja industri nasional.
Kebutuhan terhadap produk makanan dan minuman, tekstil, serta pakaian jadi mengalami kenaikan dan berdampak langsung pada aktivitas industri dalam negeri.
Inspektur Jenderal M. Rum menyampaikan hal tersebut saat membuka Bazar Ramadhan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Perindustrian Tahun 2026 di Jakarta, Rabu (25/2).
Ia menyebut periode Ramadhan secara rutin diikuti oleh peningkatan permintaan rumah tangga terhadap produk industri nasional.
Kinerja Industri Pengolahan Menguat
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, industri pengolahan nasional tumbuh 5,30 persen sepanjang 2025. Angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di level 5,11 persen.
Capaian ini menandai kembalinya industri pengolahan sebagai sektor dengan pertumbuhan tertinggi, seperti yang terakhir terjadi pada 2011.
Kontribusi industri pengolahan terhadap perekonomian nasional pada 2025 mencapai 19,07 persen atau setara Rp4.541,52 triliun. Dari sisi perdagangan luar negeri, ekspor industri pengolahan nonmigas tercatat sebesar USD227,1 miliar atau 80,27 persen dari total ekspor nasional, dengan surplus neraca perdagangan USD38,91 miliar.
Industri Makanan dan Tekstil Jadi Penopang
Kementerian Perindustrian menyatakan kesiapan sektor industri, terutama produsen barang kebutuhan pokok, dalam menghadapi lonjakan permintaan selama Ramadhan.
Industri makanan dan minuman tumbuh 6,38 persen pada 2025, dengan kontribusi 41,26 persen terhadap industri pengolahan nonmigas dan 7,13 persen terhadap perekonomian nasional.
Sementara itu, industri tekstil dan pakaian jadi mencatat pertumbuhan 3,55 persen dengan kontribusi 5,59 persen terhadap industri pengolahan nonmigas.
Data tersebut menunjukkan kapasitas dan daya saing industri dalam negeri masih terjaga untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Bazar Ramadhan Dorong Distribusi Produk Nasional
Bazar Ramadhan DWP Kemenperin dinilai berperan sebagai sarana distribusi produk industri nasional sekaligus ruang interaksi ekonomi antara produsen dan konsumen. Melalui kegiatan ini, masyarakat mendapatkan akses langsung terhadap produk dalam negeri yang beragam dan terjangkau.
Perwakilan Ketua DWP Kemenperin Lusi Taufiek Bawazier menyampaikan Bazar Ramadhan 2026 diikuti oleh 69 booth dan didukung 32 sponsor. Produk yang ditampilkan mencakup sektor fashion, makanan dan minuman, perbankan, elektronika, otomotif, hingga kosmetik dan peralatan rumah tangga.
Bazar Ramadhan DWP Kemenperin 2026 mengusung tema “Belanja Berkah Produk Pilihan untuk Menjaga Industri Dalam Negeri”. Kegiatan berlangsung selama tiga hari, 25–27 Februari 2026, di Plasa Industri Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta. (*/red)






