Padang, Javanusa—Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut mengambil sampel Pertalite dari enam SPBU di Kota Padang dan Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Pemeriksaan itu dilakukan untuk memastikan kualitas BBM sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.
Langkah tersebut menyusul informasi dan masukan masyarakat mengenai kualitas Pertalite di sejumlah SPBU di Sumatera Barat.
Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan pemeriksaan bertujuan memastikan produk yang diterima konsumen tetap memenuhi standar kualitas.
Sampel Pertalite Diambil dari Enam SPBU
Pertamina mengambil sampel dari tiga SPBU di Kota Padang. Lokasinya meliputi SPBU 14.251.519 Sawahan, SPBU 14.252.521 Ranah, dan SPBU 14.252.582 Jati.
Sementara itu, tiga lokasi lainnya berada di Kabupaten Agam. Ketiganya yaitu SPBU 14.264.566, SPBU 13.261.073, dan SPBU 14.261.532.
Setelah pengambilan, tim membawa sampel untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pengujian dilakukan oleh Tim Pengendali Kualitas dan Kuantitas BBM di Integrated Terminal Teluk Kabung serta Lemigas.
Lemigas merupakan badan pengujian bahan bakar yang berada di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
“Pertamina melakukan pengecekan dan pengujian kualitas produk secara menyeluruh untuk memastikan kondisi produk di lapangan,” kata Fahrougi dalam keterangan resmi, Sabtu (26/9/2026).
Hasil Awal Tidak Temukan Campuran Air
Selain menguji sampel, Pertamina melakukan kroscek terhadap penerimaan BBM bersubsidi jenis JBKP. Perusahaan juga membandingkannya dengan hasil pengujian laboratorium terbaru.
Berdasarkan sampling dan pemeriksaan awal di SPBU, Pertamina menyatakan tidak menemukan campuran air pada sampel Pertalite yang diuji.
Nilai density atau massa jenis sampel juga disebut masih berada dalam rentang spesifikasi yang ditetapkan.
Meski demikian, proses pemeriksaan terhadap seluruh sampel dari enam SPBU masih berlangsung. Pertamina melakukan pengujian lanjutan untuk mendapatkan gambaran kualitas produk secara lebih menyeluruh.
Menyusul Informasi Pertalite Diduga Tercampur Material Asing
Pemeriksaan tersebut dilakukan setelah informasi mengenai dugaan Pertalite tercampur material asing beredar melalui media sosial.
Salah satu video yang beredar memperlihatkan sejumlah pemilik kendaraan menunjukkan material dalam BBM. Material tersebut disebut menyerupai semen.
Pertamina menyatakan informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam pemantauan dan evaluasi kualitas produk. Masukan tersebut juga menjadi bahan evaluasi terhadap pelayanan di lapangan.
Perusahaan menegaskan pengawasan kualitas BBM berlangsung sejak produk diterima, disimpan, hingga disalurkan kepada masyarakat.
Pertamina juga menyatakan akan menyampaikan perkembangan pemeriksaan berdasarkan hasil pengujian di lapangan.
Masyarakat yang memiliki pertanyaan atau keluhan terkait produk dan layanan Pertamina dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk memperoleh informasi dan tindak lanjut. (*)






