Padang, Javanusa—Pelanggan Perumda Air Minum (AM) Kota Padang di sejumlah kawasan perlu menyiapkan cadangan air menyusul pengurasan Kanal Intake Palukahan, Senin (28/9/2026).
Perumda AM Padang memulai pekerjaan tersebut pada pukul 09.00 WIB. Proses pengurasan berpotensi menurunkan tekanan hingga menghentikan aliran air untuk sementara di beberapa wilayah pelayanan.
Pengurasan untuk Menjaga Kualitas Distribusi Air
Humas Perumda AM Padang, Afriyanto, menjelaskan bahwa pengurasan kanal merupakan bagian dari pemeliharaan sistem penyediaan air.
Langkah tersebut bertujuan menjaga kelancaran distribusi sekaligus mempertahankan kualitas air yang diterima pelanggan di rumah.
“Diimbau kepada pelanggan untuk selalu menampung air sebagai cadangan, sehingga aktivitas berjalan lancar,” ujar Afriyanto, Minggu (27/9).
Menurut Afriyanto, pelanggan perlu mengantisipasi perubahan tekanan selama pekerjaan berlangsung. Kondisi tersebut dapat membuat debit air mengecil atau terhenti sementara.
11 Wilayah Berpotensi Terdampak
Perumda AM Padang mencatat sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami gangguan pelayanan. Kawasan tersebut meliputi Sungai Lareh, Pilakut, Kompleks Vilaku, dan Gunung Sarik.
Gangguan juga berpotensi terjadi di kawasan Batas Kota Lubuk Buaya, Anak Air, Balai Gadang, serta Sungai Bangek.
Sementara itu, Balai Baru, Kalumbuk, dan Siteba juga masuk dalam wilayah yang terdampak pengurasan Kanal Intake Palukahan.
Karena itu, Perumda AM Padang meminta pelanggan di kawasan tersebut menyiapkan persediaan air sebelum pekerjaan dimulai.
Cadangan air dapat digunakan untuk kebutuhan rumah tangga selama distribusi belum kembali normal.
Perumda AM Padang Minta Maaf atas Gangguan Pelayanan
Afriyanto mengatakan persiapan air menjadi langkah penting bagi pelanggan agar aktivitas sehari-hari tetap berjalan selama proses pemeliharaan.
Perumda AM Padang juga menyampaikan permohonan maaf atas gangguan pelayanan yang muncul akibat pekerjaan tersebut.
Perusahaan berharap pengurasan Kanal Intake Palukahan selesai sesuai jadwal. Setelah pekerjaan rampung, distribusi air di wilayah terdampak diharapkan kembali normal.
“Mohon maaf atas dampak yang ditimbulkan, terima kasih atas pengertian pelanggan,” kata Afriyanto. (*)






