Jakarta, Javanusa—Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan pesan kepada Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama. Ia meminta DWP meneladani integritas Asiyah, istri Fir’aun.
Pesan itu ia sampaikan saat Halalbihalal dan Rakornas DWP Kemenag. Acara berlangsung di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan mengusung tema “Merajut Silaturahmi, Menguatkan Sinergi, Mewujudkan DWP Kemenag yang Berdampak dan Berdaya”.
Acara tersebut dihadiri Penasihat DWP Kemenag Helmi Halimatul Udhmah. Ketua DWP Kemenag RI Sinarliati Kamaruddin Amin juga hadir.
Pejabat eselon I ikut menghadiri kegiatan tersebut. Tokoh senior DWP dan pengurus DWP provinsi seluruh Indonesia juga hadir.
Asiyah Jadi Teladan Integritas dan Iman
Menag menjelaskan Asiyah menjadi simbol integritas dan iman. Ia menegaskan lingkungan tidak menentukan kualitas keimanan seseorang.
Menurutnya, perempuan tetap bisa menjaga kesalehan di lingkungan buruk sekalipun. Ia juga menyinggung istri Nabi Nuh dan Nabi Luth dalam Al-Quran. Keduanya menjadi contoh perempuan dengan keteladanan yang berbeda.
Pesan Peran Strategis Dharma Wanita
Menag menegaskan perempuan memiliki posisi penting di masyarakat. Ia menyebut DWP sebagai wajah keteladanan publik.
“Perempuan adalah orang-orang terpilih,” kata Menag.
Masa Depan dan Nilai Kepemimpinan
Menag menyampaikan masa depan tidak mengenal sekat gender. Ia menilai perempuan memiliki keistimewaan berupa kasih sayang.
Ia menambahkan keberhasilan pemimpin sering berhubungan dengan doa istri. Ia menegaskan prestasi dan tanggung jawab menentukan kemuliaan seseorang.
“Yang mulia adalah yang paling bertanggung jawab,” ujarnya.
Menag berharap DWP menjadi teladan di masyarakat. Ia meminta DWP menjaga cara berpakaian, berbicara, dan berperilaku. (*/red)






