Pesantren Dinilai Jadi Sekolah Paling Diminati di Era AI, Ini Alasannya

Penulis -

Senin, 18 Mei 2026 - 22:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta. (Foto: Firmandan Wijaya/Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta. (Foto: Firmandan Wijaya/Kemenag)

Jakarta, Javanusa—Di tengah derasnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), muncul pandangan bahwa masa depan pendidikan tidak sepenuhnya akan dikuasai oleh sistem berbasis teknologi.

Justru, pesantren dinilai berpotensi menjadi lembaga pendidikan paling diminati karena kekuatan utama yang tidak dimiliki AI, yakni pembentukan nilai dan akhlak manusia.

Pandangan tersebut disampaikan oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia di Jakarta. Ia menegaskan optimisme pesantren akan tetap relevan, bahkan semakin dicari di era disrupsi digital yang semakin cepat.

Keterbatasan AI dalam Pendidikan Nilai

Menurut Menag, perkembangan teknologi memang membawa kemajuan besar dalam dunia pendidikan, terutama dalam aspek transfer pengetahuan. Namun, ada batas yang tidak bisa dilewati oleh AI, yakni ranah nilai, moral, dan pembentukan karakter manusia.

“Kita tetap harus optimis, pesantren itu akan menjadi sekolah masa depan yang paling diminati oleh orang, apalagi Artificial Intelligence (AI) sekarang ini semakin canggih,” ujar Menag di Jakarta, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, AI mampu bekerja sangat cepat dalam mengolah dan menyampaikan informasi. Namun, teknologi tersebut tidak memiliki dimensi kemanusiaan yang memungkinkan terjadinya proses pembentukan karakter secara utuh.

“AI itu bisa melakukan transfer of knowledge, tetapi AI tidak akan pernah bisa melakukan transfer of value. Ruang kosong spiritual, pembentukan akhlak, keteladanan, dan penguatan karakter inilah yang menjadi distingsi mutlak mutiara pesantren di bawah bimbingan para kiai,” jelasnya.

Peran Nilai dan Tradisi Pesantren

Lebih jauh, Menag juga mengajak kalangan pesantren untuk tidak terjebak pada rasa rendah diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan modern yang didominasi pendekatan sains Barat. Ia menilai, pendekatan tersebut cenderung bersifat mekanistik dalam memahami alam.

Baca Juga :  Puncak HKSN 2024, Andree Algamar: Momentum Kebersamaan dan Kepedulian Sosial

Sebaliknya, tradisi pesantren disebut memiliki cara pandang yang lebih humanis dan spiritual, yakni membangun hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Menag menegaskan, pesantren tidak boleh kehilangan identitasnya dengan meniru sepenuhnya model pendidikan umum yang cenderung minim nilai spiritual.

“Jangan sampai kita terjebak menyamakan institusi kita dengan sekolah umum yang gersang akan spiritualitas. Kekuatan kita ada pada keseimbangan intelektual dan batin,” imbuhnya.

Ia berharap pelaksanaan Halaqah Nasional V Pimpinan Pondok Pesantren se-Indonesia dapat menghasilkan rumusan strategis dan rekomendasi konkret untuk memperkuat posisi pesantren sebagai benteng moral bangsa di tengah perubahan zaman yang semakin cepat. (*/red)

Berita Terkait

Promotor Pastikan Visa Andrea Bocelli Terbit, Berbeda dengan Pernyataan Dirjen Imigrasi
BGN Catat Efisiensi Rp44 Triliun, Program MBG Masuki Transformasi 2.0
Pemerintah Jamin Serapan Jagung Petani, Bulog Siap Beli Hasil Panen
Kemnaker Verifikasi Mitra MagangHub Batch 3 hingga 30 Oktober 2026, Ini Jadwal Seleksinya
Kemnaker Buka Pendaftaran MagangHub Batch 3, Cek Jadwalnya
Polri dan Kemkomdigi Perkuat Kerja Sama Berantas Kejahatan Siber
Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak
Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:20 WIB

MUI Sesalkan Konser Andrea Bocelli Tetap Digelar, Minta Pemerintah Tinjau Ulang Izin

Kamis, 29 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Erick Yusuf: Film Buya Hamka Jadi Tuntunan di Tengah Krisis Keteladanan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Sinopsis Film Laut Bercerita dan The Doll Ghawiah, Dua Film Lokal Terbaru Tayang Hari Ini!

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:12 WIB

Bunga Nafisa dan Deandra Nadira Rilis Single Dar Der Dor Ser, Usung Musik Endikup

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:13 WIB

Lewat Merayu Waktu, Eltasya Angkat Kisah Sulit Melepaskan Masa Lalu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:24 WIB

Gandeng LDR Team, Lindee Cremona Rilis Single Dewasaku Membanggakanmu

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:11 WIB

Ruth Garcia Rilis Lagu Salahkah, Ungkap Pergulatan Batin Usai Dikhianati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:05 WIB

AI Mampu Bikin Film, Nezar Patria Soroti Tantangan Baru Sensor Film

Berita Terbaru