Pariaman, Javanusa—Bertepatan 1 Muharam 1446 H, Pesona Budaya Tabuik Piaman 2024 dimulai. Ditandai dengan prosesi “Maambiak Tanah”.
Maambiak Tanah (mengambil tanah) berlangsung di dua tempat. Untuk Tabuik Subarang, melaksanakan prosesinya di aliran sungai Batang Piaman, Desa Pauh Timur. Sementara Tabuik Pasa, melaksanakan prosesi ini di aliran sungai kecil, Kelurahan Alai Galombang.
Maambiak Tanah adalah prosesi mengambil tanah dari dasar sungai dengan cara menyelam. Artinya, seluruh tubuh masuk ke dalam sungai. Setelah menyelam langsung mengambil tanah yang ada di dalam dasar sungai.
Selanjutnya tanah dimasukkan ke dalam belangga dan dibungkus dengan kain putih, lalu diletakkan di dalam baki yang telah disediakan.
Setelah itu, tanah yang diletakkan di dalam baki, diarak menuju rumah tabuik masing-masing dengan nyala obor atau lentera yang dibawa oleh anak Tabuik, untuk diletakan di Daraga yang telah dibuat di masing-masing rumah tabuik.
Prosesi Maambiak Tanah sendiri, melambangkan manusia berasal dari tanah dan akan dikembalikan ke tanah, dan untuk tanah yang diambil melambangkan kesucian manusia.
Ketua Tabuik Pasa, Indra Jaya mengatakan rangkaian acara Tabuik dimulai pada hari ini, Minggu 1 Juli 2024, dengan prosesi maambiak tanah. Sampai nanti puncaknya prosesi Tabuik Naik Pangkek, Hoyak Tabuik dan Tabuik dibuang kelaut pada tanggal 21 Juli 2024 mendatang. (*/jn04)






