Pariaman, Javanusa—Pesona Hoyak Tabuik Piaman kembali masuk Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 dan siap digelar Juni mendatang di Kota Pariaman, Sumatera Barat.
Masuknya Hoyak Tabuik Piaman dalam kalender nasional pariwisata ini memperkuat posisi Pariaman sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Sumatera Barat.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, usai menyaksikan peluncuran KEN 2026 melalui kanal YouTube resmi Kementerian Pariwisata, Jumat (23/1/2026).
Mulyadi menyebutkan, kegiatan budaya tahunan khas Kota Pariaman itu kembali terpilih sebagai salah satu event unggulan nasional.
“Alhamdulillah, Kota Pariaman masuk dalam 115 event KEN 2026. Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman kembali dipercaya menjadi bagian KEN tahun ini,” ujar Mulyadi di Ruang Kerja Wakil Wali Kota Pariaman.
Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman serta sejalan dengan arahan Wali Kota Pariaman, Yota Balad.
Menurutnya, keikutsertaan dalam KEN menjadi peluang strategis untuk meningkatkan promosi pariwisata daerah secara nasional.
Hoyak Tabuik Digelar 16–28 Juni 2026
Mulyadi memastikan Pesona Budaya Hoyak Tabuik Piaman 2026 akan berlangsung selama hampir dua pekan.
“Insyaallah, akan digelar pada 16 sampai 28 Juni 2026,” katanya.
Ia juga menyebutkan rencana kehadiran sejumlah pejabat negara dalam agenda tersebut. Beberapa di antaranya adalah Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, dan Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.
Mulyadi berharap, masuknya Pesona Hoyak Tabuik Piaman ke dalam KEN dapat memperkuat promosi wisata Kota Pariaman.
“Semoga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat, terutama sektor UMKM dan pariwisata,” ujarnya.
KEN 2026 Dorong Budaya dan Ekonomi Daerah
Sementara itu, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana menegaskan bahwa KEN bukan sekadar agenda hiburan, melainkan motor penggerak ekonomi dan pelestarian budaya.
“Sepanjang 2025, KEN mencatat lebih dari 10,8 juta pengunjung dan melibatkan 108 ribu tenaga kerja serta 105 ribu pelaku seni,” kata Widiyanti dalam peluncuran KEN 2026.
Ia menambahkan, total dampak ekonomi KEN 2025 mencapai Rp17,01 triliun atau tumbuh 25,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Menurut Widiyanti, capaian itu menjadi bukti bahwa KEN merupakan investasi nyata bagi pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia. Untuk tahun 2026, KEN menghadirkan 125 event terpilih dari berbagai daerah.
“KEN 2026 menghadirkan rupa-rupa pesona seni, budaya, musik, karnaval hingga kuliner, berbasis kearifan lokal,” ujarnya.
Widiyanti menegaskan, setiap event tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga lokomotif perekonomian daerah.
Hoyak Tabuik sendiri merupakan tradisi budaya masyarakat Pariaman yang digelar setiap Muharram, merefleksikan sejarah, nilai religius, dan identitas lokal pesisir Sumbar. (*/red)






