Pessel Menuju Nagari Pandai: Evafauza Tegaskan Literasi Harus Jadi Gerakan Kolektif

Penulis -

Rabu, 22 Oktober 2025 - 10:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Sekdakab Pessel, Evafauza Yuliasman, SE MSi, Datuak Tigo Lareh. (Foto: Dok. Pribadi)

Pj Sekdakab Pessel, Evafauza Yuliasman, SE MSi, Datuak Tigo Lareh. (Foto: Dok. Pribadi)

Pessel, Javanusa—Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), Evafauza Yuliasman, SE MSi, Datuak Tigo Lareh menilai Lomba Resensi Buku yang digelar Dinas Perpustakaan dan Kearsipan pada Selasa (21/10/2025), merupakan salah satu langkah positif dalam memperkuat budaya literasi untuk mendukung visi besar daerah menuju “Nagari Pandai 2025-2030”.

Hal itu disampaikan Evafauza ketika dihubungi media ini Rabu (22/10/2025). Ia menyebutkan lomba yang melibatkan 50 pelajar dari tingkat SMP, SMA, dan Madrasah Aliyah itu bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bentuk nyata investasi intelektual bagi masa depan Pesisir Selatan.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Lomba seperti ini merupakan salah satu langkah positif dalam mewujudkan masyarakat yang literat, kritis, dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Evafauza.

Ia menjelakan, membangun budaya literasi itu tidak bisa dilakukan secara instan. Tapi butuh proses panjang, keterlibatan lintas sektor, dan kolaborasi dari semua lapisan, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah nagari dan daerah.

Menurutnya, membaca dan menulis adalah dua kemampuan dasar yang tidak hanya dibutuhkan dalam pendidikan formal, tetapi juga dalam membangun pola pikir masyarakat yang terbuka, reflektif, dan mampu menyaring informasi secara cerdas.

“Literasi adalah fondasi. Tanpa kemampuan literasi yang baik, kita akan mudah terjebak pada informasi palsu, cara berpikir instan, dan sulit bersaing di era digital yang serba cepat ini,” katanya.

Lomba resensi buku dinilai menjadi bentuk pendekatan edukatif yang mendorong pelajar untuk membaca secara aktif dan mengolah kembali informasi dalam bentuk tulisan.

Aktivitas ini menciptakan ruang berpikir yang lebih dalam dan melatih kemampuan menuangkan gagasan secara sistematis.

Evafauza berharap pengembangan kegiatan serupa hendaknya juga bisa dilakukan hingga ke tingkat kecamatan dan nagari, termasuk pembentukan komunitas resensi buku di sekolah-sekolah. Sebab langkah tersebut akan sejalan dengan semangat Nagari Pandai, program unggulan daerah yang menempatkan literasi dan pendidikan sebagai pilar pembangunan manusia.

Baca Juga :  Safari Ramadhan Tim I Pemkab Pessel di Masjid Al Mukaromah Tarusan, Perkuat Silaturahmi dan Dorong Pembangunan Nagari

“Program Nagari Pandai bukan sekadar jargon. Ia adalah cita-cita bersama untuk menjadikan nagari sebagai pusat kecerdasan, kreativitas, dan kebudayaan lokal. Literasi menjadi titik awal untuk mewujudkan itu semua,” jelasnya.

Ia menyebut kegiatan literasi seperti ini tidak boleh berhenti sebagai seremoni atau proyek tahunan. Literasi harus dibangun sebagai gerakan kolektif yang hidup di tengah masyarakat, mulai dari ruang kelas, rumah tangga, sampai ke balai adat dan tempat ibadah.

Evafauza juga mengingatkan tantangan pembangunan ke depan tidak lagi hanya soal infrastruktur fisik, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan kolaboratif. Semua itu berakar dari kemampuan membaca dan menulis.

Dari itu dia mengajak seluruh elemen, termasuk kepala sekolah, guru, wali murid, perangkat nagari, dan organisasi masyarakat sipil untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari, bukan hanya di momen lomba.

“Budaya literasi harus dirawat. Tidak cukup hanya membaca saat ada tugas. Kita harus dorong anak-anak kita membaca karena memang mereka ingin tahu, ingin tumbuh, ingin berkembang,” tambah Evafauza lagi.

Dalam konteks pembangunan daerah, Evafauza melihat literasi memiliki dampak luas, termasuk dalam penguatan ekonomi lokal.

Masyarakat yang melek informasi cenderung lebih berdaya, cerdas dalam mengambil keputusan, dan mampu menciptakan inovasi berbasis kearifan lokal.

Dalam kesempatan itu ia juga menyebut contoh konkret, banyak program pengembangan UMKM dan pertanian digital yang gagal bukan karena konsepnya salah, tetapi karena minimnya literasi digital, literasi finansial, dan literasi dasar di masyarakat.

“Makanya kegiatan seperti lomba resensi buku ini harus terus didukung. Karena dari sinilah cikal bakal kualitas manusia Pesisir Selatan dibentuk, bukan hanya cerdas, tapi juga berkarakter,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pemko Padang Dorong Ormas Manfaatkan Digitalisasi untuk Pelaporan

Evafauza berharap agar semangat literasi yang tumbuh melalui lomba itu bisa berlanjut menjadi gerakan yang lebih luas.

Ia juga meminta dukungan seluruh stakeholder agar kegiatan serupa tidak hanya berhenti di tingkat kabupaten, tetapi mengakar sampai ke pelosok nagari.

“Mari kita jadikan literasi sebagai denyut kehidupan masyarakat Pesisir Selatan. Nagari Pandai hanya bisa terwujud jika masyarakatnya mau belajar, membaca, berdiskusi, dan menulis. Inilah peradaban yang kita bangun bersama,” tutupnya. (niks)

Berita Terkait

Pembangunan Drainase Padang Tembus 10 Km, Lampaui Target 4 Km
Muswil VII APTISI Sumbar Digelar 31 Oktober, Universitas Fort De Kock Jadi Tuan Rumah
Lantik 33 Pejabat Pemprov Sumbar, Arry Yuswandi Tekankan Kompetensi dan Etika Birokrasi
DPC GMNI Padang Gelar Refleksi 98 Tahun Sumpah Pemuda: Soroti Skandal Ijazah Gibran
Atasi Kendala Peradilan, Fadly Amran Dorong PKS dengan Pengadilan Agama Padang
Fadly Amran Dorong Penguatan Pendidikan Diniyah Lewat Program Smart Surau
Mahyeldi Ajak Pemuda Sumbar Jaga Persatuan dan Waspadai Bahaya Narkoba
Fadly Amran Tutup Diksarmil Menwa Pagaruyung Sumbar Angkatan ke-49, Tekankan Wawasan Kebangsaan dan Kesiapsiagaan Bencana

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 18:26 WIB

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:24 WIB

Stadion Haji Agus Salim Padang Punya Kapasitas 12.067 Penonton, Ini Fasilitasnya

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Genoa Bungkam Juventus 2-0, Bianconeri Tertahan di Peringkat 8

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:29 WIB

Hasil Carabao Cup: Manchester City Singkirkan Brighton Lewat Adu Penalti 4-3

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Tanpa Harry Kane, Bayern Munich Bantai Magdeburg 6-1 di DFB Pokal

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:10 WIB

Liverpool Singkirkan Chelsea Lewat Adu Penalti, Lolos ke Perempat Final Carabao Cup

Kamis, 29 Oktober 2026 - 09:04 WIB

Fortuna Sittard Singkirkan Sparta Rotterdam, Justin Hubner Cs Lolos ke Babak Kedua Piala KNVB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:55 WIB

AC Milan Dibantai Bologna 2-4 di San Siro, Samuel Mbangula Cetak Hattrick

Berita Terbaru

Sumsel United siap menghadapi Semen Padang di Pegadaian Championship 2026/2027. (Foto: ileague.id)

Liga 2

Tanpa Tegar, Sumsel United Siap Tempur Lawan Semen Padang

Kamis, 29 Okt 2026 - 18:26 WIB