Bekasi, Javanusa—Sumsel United gagal membawa pulang poin dari markas Semen Padang FC setelah gol Junior Baptista pada penghujung pertandingan memastikan kemenangan tuan rumah dengan skor 1-0.
Hasil tersebut mewarnai duel Derby Sumatera dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/27 di Stadion Patriot Candra Bhaga, Bekasi, Jumat (30/10/2026) malam.
Kekalahan ini terasa menyakitkan bagi Sumsel United. Laskar Juaro sempat tampil kompetitif dan menciptakan sejumlah peluang sebelum kehilangan satu pemain akibat kartu merah.
Pelatih Sumsel United, M Nasuha, menilai anak asuhnya telah menunjukkan permainan yang baik. Namun, beberapa situasi pertandingan membuat timnya kesulitan mempertahankan hasil hingga peluit akhir.
Sumsel United Tampil Menekan di Babak Pertama
Sumsel United mengawali pertandingan dengan permainan agresif. Tim tamu mampu menguasai jalannya laga dan beberapa kali mengancam pertahanan Semen Padang FC.
Peluang terbaik hadir menjelang turun minum melalui sepakan Kenneth Ngwoke. Mantan pemain Sumsel United, Mulyadi Rani, yang kini menjaga gawang Semen Padang FC, gagal mengantisipasi arah bola sepenuhnya.
Namun, tendangan keras Ngwoke hanya membentur tiang gawang. Kedua tim pun menutup babak pertama dengan skor imbang 0-0.
Nasuha mengapresiasi penampilan timnya pada paruh pertama pertandingan. Ia menilai para pemain mampu menjalankan strategi dan memberikan tekanan kepada tuan rumah.
“Di babak pertama kami bermain sangat baik, namun kekurangan jumlah pemain membuat kami harus merubah strategi. Namun saya senang karena kami juga mampu memberikan tekanan ke tim tuan rumah,” jelasnya.
Kartu Merah Wafa Habibi Mengubah Permainan
Situasi berubah bagi Sumsel United pada menit ke-55. Wafa Habibi menerima kartu kuning kedua sehingga tim tamu harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.
Kehilangan satu pemain memaksa Nasuha menyesuaikan strategi. Meski demikian, Sumsel United tetap berusaha membangun serangan dan menciptakan ancaman ke gawang Semen Padang FC.
Di tengah perjuangan tersebut, Sumsel United juga sempat mempermasalahkan keputusan wasit terkait insiden di kotak penalti.
Nasuha menyoroti momen ketika Kenneth Ngwoke terjatuh setelah mendapat pelanggaran. Wasit sempat melakukan pengecekan VAR sebelum memutuskan offside dan membatalkan kemungkinan hadiah penalti.
“Kami juga sempat bingung dengan keputusan wasit yang setelah melakukan pengecekan VAR memutuskan offside dan membatalkan kemungkinan penalti,” tegas Nasuha.
Junior Baptista Jadi Penentu Kemenangan Semen Padang FC
Ketika pertandingan mendekati akhir, Semen Padang FC akhirnya menemukan celah di pertahanan Sumsel United.
Rezaldi Hehanusa mengirimkan umpan dari sisi kanan pertahanan tim tamu. Junior Baptista menyambut bola tersebut dengan sundulan akurat yang menggetarkan gawang Sumsel United.
Gol pada menit-menit akhir itu menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan. Semen Padang FC pun mengamankan kemenangan 1-0 sekaligus menggagalkan upaya Sumsel United mencuri poin di Bekasi.
Meski kecewa dengan hasil pertandingan, Nasuha tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya yang bertahan hingga menit terakhir.
“Saya berterima kasih kepada seluruh pemain yang sudah berjuang hingga menit akhir, ke depan semua akan kami evaluasi untuk menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.
Sumsel United Hadapi PSIS Semarang pada Laga Berikutnya
Sumsel United kini mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya. Laskar Juaro akan menjamu PSIS Semarang pada Sabtu (7/11/2026).
Pertandingan tersebut berlangsung di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang. Laga ini sekaligus menjadi penutup putaran pertama Pegadaian Championship 2026/27 bagi Sumsel United.
Nasuha dan tim pelatih akan mengevaluasi hasil pertandingan melawan Semen Padang FC sebelum menghadapi PSIS Semarang. Evaluasi tersebut diharapkan membantu Sumsel United memperbaiki performa dan kembali meraih poin di hadapan pendukung sendiri. (*)






