PETANI BERDASI Diluncurkan, 2.300 ASN Payakumbuh Didorong Jadi Produsen Pangan

Penulis -

Jumat, 11 September 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan Program PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh. (Foto: MC Payakumbuh)

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan Program PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh. (Foto: MC Payakumbuh)

Payakumbuh, Javanusa—Pengendalian inflasi di Kota Payakumbuh mulai diarahkan dari sektor produksi pangan.

Pemerintah kota melibatkan 2.300 ASN melalui program PETANI BERDASI agar tidak hanya menjadi konsumen, tetapi ikut menghasilkan pangan.

Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta meluncurkan program tersebut melalui apel bersama pada Jumat (11/9/2026) pagi. Kegiatan berlanjut dengan penanaman bawang merah di halaman Kantor Wali Kota Payakumbuh.

PETANI BERDASI merupakan singkatan dari Petani Bersama Pemerintah Daerah Mengendalikan Inflasi. Program ini mengusung konsep pertanian perkotaan atau urban farming di lingkungan perkantoran pemerintah.

Pada saat yang sama, Pemko Payakumbuh memperkuat GraNILA JARWO atau Gratis Benih Berlabel dengan Sistem Penanaman Jajar Legowo. Program tersebut menyasar peningkatan produksi dan produktivitas padi di wilayah Payakumbuh.

2.300 ASN Mulai Menanam Bawang Merah

Zulmaeta mengatakan pemerintah perlu memperkuat produksi pangan untuk menghadapi gejolak harga. Ia menilai bawang merah menjadi salah satu komoditas penting karena Payakumbuh masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

“Melalui inovasi ini, sebanyak 2.300 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Payakumbuh ditransformasikan dari sekadar konsumen menjadi produsen mandiri (prosumer),” kata Zulmaeta.

Setiap ASN mendapat satu polybag media tanam dan dua Benih Siap Tanam (BST) bawang merah varietas unggul. Mereka akan merawat tanaman tersebut di pekarangan kantor masing-masing.

Menurut Zulmaeta, PETANI BERDASI tidak berhenti pada aktivitas bercocok tanam. Program ini juga bertujuan membangun kesadaran bahwa pengendalian inflasi membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

Lingkungan kantor pemerintah sekaligus menjadi ruang belajar bagi ASN dan masyarakat. Tanaman bawang merah yang tumbuh di kantor dapat menunjukkan secara langsung proses produksi pangan.

“ASN belajar secara langsung bahwa pangan yang dikonsumsi membutuhkan proses, perawatan, dan kerja keras. Ketika masyarakat datang mengurus administrasi ke kantor pemerintah, mereka dapat melihat contoh nyata bahwa ASN ikut menanam bawang merah,” ujarnya.

Baca Juga :  Gubernur Mahyeldi Puji Kolaborasi Pemko Payakumbuh dan Masyarakat Dalam Pembangunan
Perawatan Tanaman Masuk Pemantauan ASN

Pemko Payakumbuh berharap gerakan tersebut berkembang melampaui lingkungan perkantoran. Zulmaeta ingin kegiatan menanam turut menjalar ke rumah ASN, lingkungan tetangga, hingga masyarakat sekitar.

Untuk menjaga keberlanjutan program, kepala perangkat daerah diminta ikut mengawasi perkembangan tanaman. Agenda perawatan juga dapat disisipkan dalam apel pagi rutin.

Setiap perangkat daerah juga diminta mendokumentasikan pertumbuhan tanaman. Dokumentasi tersebut menjadi bagian dari pemantauan pelaksanaan PETANI BERDASI.

GraNILA JARWO Sasar 250 Hektare Lahan

Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Nila Misna mengatakan PETANI BERDASI berjalan beriringan dengan GraNILA JARWO. Pemerintah mengembangkan kedua program tersebut sebagai intervensi produksi pangan pada Tahun Anggaran 2026.

GraNILA JARWO menyasar lahan Kerangka Sampel Area (KSA) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Program ini memiliki target luas lahan mencapai 250 hektare.

“Program ini mengintegrasikan tiga bantuan utama secara terpadu, yaitu penyediaan benih unggul bersertifikat sebanyak 25 kg per hektar seperti varietas Junjuang, Cilalek, dan Batang Piaman, bantuan pupuk kompos (DKOMPOS) sebagai pembenah kualitas tanah, serta bantuan upah tanam untuk meringankan beban biaya tenaga kerja petani,” terang Nila.

Bantuan tersebut mencakup benih unggul bersertifikat, pupuk kompos, dan dukungan biaya tanam. Pemerintah berharap kombinasi intervensi itu dapat meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas budidaya padi.

Petani Diminta Ikuti Teknik Jajar Legowo

Nila menekankan bahwa keberhasilan GraNILA JARWO juga bergantung pada penerapan teknik budidaya oleh petani. Pengolahan lahan dan persemaian perlu dilakukan secara optimal sebelum memasuki tahap penanaman.

Petani menggunakan bibit muda berumur 15 hingga 21 Hari Setelah Semai (HSS). Setiap lubang tanam berisi satu hingga dua batang bibit.

Sistem tanam menggunakan pola Jajar Legowo 2-1 atau 4-1. Pola tersebut mendukung sirkulasi udara, pencahayaan, serta memudahkan proses pemeliharaan tanaman.

Baca Juga :  Guru SDN 17 Payakumbuh Raih Juara I Guru Inovatif Sumbar 2026 

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama Tim Monitoring dan Evaluasi turut mengawal seluruh tahapan program. Pengawalan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan budidaya mengikuti ketentuan teknis.

Pengendalian Inflasi Dimulai dari Produksi

Melalui PETANI BERDASI dan GraNILA JARWO, Pemko Payakumbuh memperluas strategi pengendalian inflasi. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pengaturan distribusi dan harga, tetapi juga memperkuat produksi pangan dari tingkat lokal.

Strategi tersebut diharapkan mampu meningkatkan ketahanan pangan Payakumbuh. Produksi lokal juga dapat mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.

Pada akhirnya, penguatan produksi pangan diharapkan membantu menjaga stabilitas harga. Langkah itu sekaligus diarahkan untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Payakumbuh. (*)

Berita Terkait

Dinas PUPR Padang Tambal Jalan Kampung Jao Dalam, Jaga Kenyamanan dan Keselamatan Pengguna Jalan
BPK Periksa Kepatuhan Belanja Pemko Padang, Maigus Nasir Minta OPD Transparan
Fadly Amran Ajak LPM Perkuat Mitigasi Bencana dan Dukung Pengendalian Banjir di Padang
Reaktivasi Kereta Api Kayu Tanam–Padang Panjang Dimulai 2027, Ini Tantangannya
Satpol PP Padang Tertibkan Bangunan di Fasilitas Umum dan PKL Pasar Belimbing
Mahyeldi Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah dan Pariwisata Halal Sumbar
Maigus Nasir Tinjau Seleksi Kafilah MTQN Padang, Target Juara Umum Sumbar 2027
Jamin Seleksi Dikbang Polri 2027 Bersih, Polda Sumbar Tegaskan Pakta Integritas Bukan Sekadar Formalitas

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Pemerintah Pangkas Ekspor Gas 8 Persen, Bahlil Pastikan Tak Langgar Kontrak

Senin, 26 Oktober 2026 - 18:23 WIB

Polri Kerahkan 200 Personel Brimob dan 10 Bareskrim Tangani Karhutla di Kalimantan

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

Hadapi Kekeringan dan Karhutla, Kemenag Ajak Umat Islam Salat Istisqa

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:43 WIB

Operasi Patuh 2026 Dimulai Hari Ini, Korlantas Polri Utamakan Edukasi dan Keselamatan

Senin, 26 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Kapolri Ungkap Laboratorium Sabu di Aceh, Hampir 1,2 Ton Narkotika Disita

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:41 WIB

BGN Kembalikan Rp160,37 Miliar ke Kas Negara, Tindak Lanjuti Temuan BPK

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:17 WIB

MUI Desak Pemerintah Segera Putuskan Nasib Konser Andrea Bocelli di Indonesia

Minggu, 25 Oktober 2026 - 22:06 WIB

Kapan Awal Ramadan 2027? KHGT Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh pada 8 Februari

Berita Terbaru