Padang, Javanusa—Petani di beberapa wilayah Kota Padang mulai panen sayuran jelang Lebaran 2026, setelah lahan mereka terdampak banjir dan longsor pada November 2025 lalu.
Sejumlah petani yang terdampak banjir di Kelurahan Aie Pacah, Kecamatan Koto Tangah, kini mulai panen mentimun. Joni, anggota Kelompok Tani Harapan Baru, mengatakan tanaman yang ditanam sejak awal tahun sudah bisa dipanen.
“Alhamdulillah mentimun yang ditanam sudah panen,” kata Joni, Senin (9/3/2026). Harga mentimun saat ini mencapai Rp160 ribu perkarung.
Bencana banjir akhir November 2025 sempat merusak lahan pertanian, terutama tanaman padi. Dinas Pertanian Kota Padang kemudian mendorong petani untuk alih komoditi ke sayuran cepat panen, seperti mentimun, pare, dan kangkung.
Di Kelurahan Kuranji, kelompok tani Tenaga Baru sudah memanen pare. Sementara di Kelurahan Pisang, Kecamatan Pauh, petani dari Kelompok Tani Sumua Gadang mulai panen kangkung. Petani di Poktan Lapau Munggu, Poktan Anugrah, dan Poktan Patamuan juga telah memasuki masa panen.
Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyatakan meski banjir merusak tanaman, alih komoditi membantu menjaga perputaran ekonomi pertanian.
“Para petani mau beralih komoditi, sehingga perputaran ekonomi tetap berjalan,” ujar Yoice.
Kerusakan irigasi pasca-banjir membuat sebagian lahan sawah sulit diairi. Namun berkat fasilitasi Balai Wilayah Sungai V, PSDA Provinsi Sumbar, dan Dinas PU PR Kota Padang, beberapa lahan sawah sudah bisa ditanami padi kembali. Bagi lahan yang belum bisa diairi, petani tetap didorong untuk alih komoditi. (*/red)






